News
·
9 April 2021 15:21

Moeldoko: Tiap Tahun, Yayasan Harapan Kita Subsidi TMII Rp 40-50 M

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Moeldoko: Tiap Tahun, Yayasan Harapan Kita Subsidi TMII Rp 40-50 M (270465)
Kepala Staf Kepresidenan RI Dr. Moeldoko saat memimpin Rapat Koordinasi Rencana Produksi Ventilator Dalam Negeri di Situation Room Bina Graha, Jakarta. Foto: Dok. KSP
Pemerintah mengungkapkan bahwa selama ini pemasukan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di bawah pengelolaan Yayasan Harapan Kita selalu minus setiap tahun.
ADVERTISEMENT
Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko bahkan menyebut untuk menutupi minusnya pemasukan itu, Yayasan Harapan Kita selalu memberi subsidi sebesar Rp 40 sampai 50 miliar setiap tahunnya.
"Saya dapat informasi bahwa setiap tahun Yayasan Harapan kita mensubsidi antara Rp 40-50 miliar," kata Moeldoko dalam konferensi persnya di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (9/4).
Tentu saja, minusnya pemasukan TMII membuat tidak ada kontribusi keuangan yang disetor ke kas negara. Sehingga, sudah selayaknya pemerintah mengambil alih pengelolaan serta pemanfaatan TMII.
"Dan pastinya tidak beri kontribusi kepada negara,' ujarnya.
Meski demikian, Moeldoko mengucapkan rasa terima kasihnya pada almarhum Presiden Soeharto dan juga almarhumah Siti Hartinah atau dikenal dengan Tien Soeharto.
Moeldoko: Tiap Tahun, Yayasan Harapan Kita Subsidi TMII Rp 40-50 M (270466)
Pengunjung berswafoto di depan Teater Keong Emas, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Jumat (21/8). Foto: Akbar Nugroho Gumay/Antara Foto
Sebab, keduanya telah menjadi pelopor pengelolaan dan pemanfaatan aset negara seperti TMII di bawah Yayasan Harapan Kita.
ADVERTISEMENT
"Untuk itu kita patut berterima kasih kepada Bapak Soeharto dan Ibu Tien yang punya ide yang begitu menjangkau masa depan. Tempat itu sampai saat ini bisa diminati anak-anak kita," ujarnya.
Agar ke depan lebih baik lagi maka Moeldoko menegaskan sudah selayaknya tanggung jawab pengelolaan TMII diambil alih oleh pemerintah saat ini.
"Sekali lagi di dalam pengelolaannya perlu ada perbaikan. Di situ poinnya," ujarnya.