Motif Pria Bunuh Ibu Kandung dengan Parang di Cilacap, Kesal Sering Dimarahi

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
SR (23) pria yang bunuh ibu kandungnya di Cilacap, Jateng.  Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
SR (23) pria yang bunuh ibu kandungnya di Cilacap, Jateng. Foto: Dok. Istimewa

Pria berinisial SR (23) tega menghabisi nyawa ibu kandungnya di Kelurahan Mertasinga, Kecamatan Cilacap Utara, Cilacap, Jateng, Rabu (8/9). Pelaku membunuh ibunya karena kerap dimarahi.

Kapolres Cilacap AKBP Leganek Mawardi mengatakan ibu pelaku merupakan penjual bubur. SR kerap membantu ibunya dalam menjual bubur. Hanya saja ia merasa tak dianggap. Korban merupakan anak tertua dari empat bersaudara.

"(Pelaku) sudah membantu berjualan bubur namun tidak dianggap oleh keluarganya. Ini salah satu motif jadi dia emosi kepada ibu kandungnya itu," ujar Leganek dalam konferensi pers, Kamis (9/9).

embed from external kumparan

Selain itu, pelaku juga kerap dimarahi oleh ibunya. Kekesalan-kekesalan itulah yang membuat SR tega membunuh ibu kandungnya.

"Luapan emosi terhadap korban karena pelaku jarang diajak ngobrol, sering diomelin," imbuhnya.

Peristiwa pembunuhan yang terjadi di Jalan Kelinci Timur, Kelurahan Mertasinga, Kecamatan Cilacap Utara, itu sempat diketahui oleh tetangga korban.

"Saksi atau tetangga kos melihat dia sedang bergumul si ibunya (sambil memegang parang), tapi korban melawan lalu dipegang dibekap dari belakang terus kemudian mengambil pisau (parang) di dapur itu tadi," imbuhnya.

Leganek menegaskan kondisi kejiwaan pelaku normal. "Kejiwaan tersangka belum pernah ada laporan tersangka berobat. Alhamdulillah kondisi masih normal, tersangka juga cukup kooperatif," tegas dia.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka diancam Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun.

embed from external kumparan