Motif Senior Aniaya 2 Siswa SPN Polda NTT: Kesal, Keduanya Malah Merokok
·waktu baca 2 menit

Polda NTT akhirnya mengungkap alasan penganiayaan yang dilakukan Bripda T terhadap dua siswa Sekolah Polisi Negara (SPN). Terungkap bahwa aksi kekerasan itu dipicu karena kedua siswa kedapatan merokok.
Kedua siswa yang dihajar bertubi-tubi itu adalah KLK dan JSU.
“Aksi pemukulan dipicu oleh rasa kesal senior karena kedua siswa kedapatan merokok,” ujar Kabid Humas Polda NTT, Kombes Henry Novika Chandra, Jumat (14/11).
Henry menjelaskan, Bidpropam Polda NTT telah melakukan langkah cepat dengan menginterogasi anggota Ditsamapta Polda NTT tersebut.
Selain itu, seorang saksi kunci, yakni Bripda GP yang merekam aksi penganiayaan pada Kamis (13/11/2025), juga sudah diperiksa.
“Kami sudah lakukan pengecekan medis terhadap kedua siswa. Hasil pemeriksaan tidak menunjukkan adanya luka atau memar pada tubuh korban,” jelas Henry.
Menurut Henry, setelah kejadian, keluarga kedua siswa langsung mendatangi Mapolda NTT untuk meminta pertanggungjawaban. Namun, setelah dilakukan komunikasi dan pendekatan persuasif, mereka menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada Polda NTT.
“Sehingga hal ini menunjukkan adanya kepercayaan keluarga terhadap proses hukum yang sedang berjalan,” tandasnya.
Penempatan Khusus
Henry mengatakan Polda NTT memastikan seluruh proses dilakukan sesuai koridor hukum dan etika profesi. Bidpropam Polda NTT juga telah melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap dua siswa korban serta menerbitkan Surat Perintah Penempatan Khusus (Patsus) sebagai langkah disiplin awal terhadap terduga pelanggar.
Ia menegaskan bahwa Polda NTT menjadikan kasus ini sebagai bentuk komitmen institusi dalam menjunjung tinggi nilai pembinaan personel.
“Polda NTT berkomitmen menjadikan penanganan kasus ini sebagai contoh nyata penerapan nilai asah, asih, dan asuh dalam pembinaan, sekaligus menegaskan bahwa kekerasan tidak memiliki tempat di lingkungan Polri. Kami berharap kejadian seperti ini tidak kembali terjadi,” tutupnya.
