kumparan
News23 Mei 2020 13:16

Mudik Saat Pandemi Virus Corona Menambah Beban Moral Orang Tua di Kampung

Konten Redaksi kumparan
Razia penyekatan, mudik
Petugas kepolisian mengarahkan calon pemudik yang terjaring razia penyekatan di Pintu Tol Cikarang Barat, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (21/5). Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Umat Islam di Indonesia akan merayakan Idul Fitri 1441 H pada Minggu (24/5) dengan suasana berbeda karena pandemi virus corona. Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak mudik ke kampung halaman.
ADVERTISEMENT
Dia menyebut mudik akan memberikan beban moral kepada orang tua di kampung halaman. Ia khawatir orang tua akan dikucilkan tetangga karena anaknya mudik dan berpotensi membawa virus corona.
"Lebih baik kita tidak mudik. Kalau kita mudik sekarang kasihan memberikan beban moral kepada orang tua kita. Banyak pengalaman di kampung akhirnya orang tuanya dikucilkan tamunya (anaknya mudik) itu dari Jakarta, misalnya kan," kata Nasaruddin dalam konferensi pers di BNPB, Sabtu (23/5).
"Ini gara-gara tetangga kita dari kota ini. kita was-was ini. Jadi kita kembali ke kota pun, orang tua kita masih dikucilkan itu. Jadi kalau kita pulang kampung sekarang sangat membebani orang tua kita," lanjut dia.
Nasaruddin Umar.
Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar. Foto: Instagram @nasaruddin_umar
Nasaruddin menuturkan pulang kampung di tengah pandemi virus corona dapat membawa bahaya penularan virus ke keluarga. Untuk itu, ia meminta masyarakat menahan diri hingga penanganan virus corona sudah selesai.
ADVERTISEMENT
"Jadi bukan membawa kebahagiaan tetapi membawa malapetaka, sabarlah sedikit. Mudah-mudahan kepergian bulan Ramadhan ini akan membawa serta COVID-19 pergi. Semoga kepergian Ramadhan juga menggulung habis virus corona, semoga ada keajaiban daru doa kita sekarang," kata dia.
Razia penyekatan, mudik
Calon pemudik yang terjaring razia penyekatan di Pintu Tol Cikarang Barat, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (21/5). Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Selain itu, Nasaruddin meminta masyarakat memanfaatkan teknologi untuk bertakbiran dan bersilaturahmi secara online.
"Tidak perlu kita mudik, silahturahmi online banyak caranya, kita semua berpengalaman akhir-akhir ini bergabunglah dengan takbir online, banyak itu fasilitasnya sekarang takbiran digital, gema takbir di digital lakukan semua dengan tradisi baru kita selama ini," pungkas dia.
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
————-----------------------
ADVERTISEMENT
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.