Muhadjir: Paradigma Hidup-hidupilah Muhammadiyah Jangan Diartikan Kerja Gratisan
·waktu baca 2 menit

Semboyan "hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan mencari hidup di Muhammadiyah" sangat melekat bagi warga Muhammadiyah. Namun, masih banyak orang yang belum bisa memaknai kalimat Kiai Ahmad Dahlan tersebut.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) yang juga Ketua PP Muhammadiyah, Muhadjir Effendy, mengatakan bahwa paradigma itu jangan disalahtafsirkan dengan kerja gratisan.
"Jadi jangan salah menafsirkan apa yang disampaikan Kiai Dahlan 'hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan cari penghidupan di Muhammadiyah' itu artinya bukan gratisan. Maunya dosen suruh kerja keras tapi nggak perlu bayar karena jangan cari penghidupan di Muhammadiyah saya kira tidak itu," kata Muhadjir saat berpidato di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta yang disiarkan secara daring, Senin, (20/12).
Muhadjir mengatakan bahwa orang yang sudah menyumbangkan seluruh hidupnya untuk kehidupan Muhammadiyah harus mendapatkan apresiasi yang layak.
"Hanya memang kalau kita mengabdi di Muhammadiyah itu mestinya kita harus menyisihkan sebagian dari apa yang kita peroleh itu untuk infak. Dan infaknya tidak harus nyata. Misalnya kalau jadi rektor, saya tidak tahu Pak Rektor berapa tunjangannya taruhlah Rp 50 juta misalnya gitu," katanya.
"Misalnya kalau Rp 50 juta kemudian beliau hanya menerima Rp 30 juta itu artinya beliau Rp 20 juta untuk infak Muhammadiyah," lanjutnya.
Artinya, menurut Muhadjir cara berpikir terkait paradigma "hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan mencari hidup di Muhammadiyah" harus dibenahi betul. Apalagi banyak orang yang bekerja 24 jam 30 hari untuk Muhammadiyah.
"Sudah Senin sampai Sabtu masuk kerja. Minggu juga masih harus hadir di ranting di cabang menghadiri gerakan-gerakan Muhammadiyah. Bahkan diabsen dilaporkan ke rektor kalau enggak datang, masak mereka harus gratis saya kira itu cara yang tidak bijak. Coba kita memahami lebih bagus," katanya.
Dia pun meminta kepada para pimpinan di Muhammadiyah untuk memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada mereka yang sudah mengabdikan diri di lingkungan Muhammadiyah.
"Saya kira itu lebih baik untuk kita semua," pungkasnya.
