Muhadjir Sebut Kasus Corona Terkendali: Insyaallah Lebaran 2022 Berjalan Normal

29 Desember 2021 9:42
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Muhadjir Sebut Kasus Corona Terkendali: Insyaallah Lebaran 2022 Berjalan Normal (49426)
zoom-in-whitePerbesar
Menko PMK Muhadjir Effendy saat memberikan arahan dalam kegiatan Refleksi 2 Tahun Peran Muhammadiyah dalam Penanganan Pandemi. Foto: Humas Kemenko PMK
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengapresiasi kinerja seluruh elemen masyarakat yang tetap menjaga prokes, termasuk pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
ADVERTISEMENT
Jika situasi pandemi corona terkendali ini terus berlangsung, Muhadjir menyebut bukan tidak mungkin seluruh umat beragama di Indonesia dapat menyelenggarakan hari raya masing-masing dengan normal, termasuk saat Lebaran 2022 yang diperkirakan jatuh pada awal Mei.
Harapan itu disampaikan Muhadjir saat menghadiri kegiatan Refleksi 2 Tahun Peran Muhammadiyah dalam Penanganan Pandemi, secara daring.
"Harapan kita, kalau kondisi ini (pandemi corona) bisa kita maintain dengan baik, maka tahun depan insyaallah lebarannya bisa berjalan normal. Paling tidak bisa kita selenggarakan seperti Natal saat ini," ujar Muhadjir melalui keterangan tertulisnya, Rabu (29/12).
Muhadjir Sebut Kasus Corona Terkendali: Insyaallah Lebaran 2022 Berjalan Normal (49427)
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah umat muslim mengenakan masker saat melaksanakan salat Idul Fitri di Masjid Al Azhar, Jakarta, Kamis (13/5/2021). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS
Terkait pelonggaran aturan pada masa libur Nataru yang sempat menuai perdebatan di tengah masyarakat, Muhadjir memiliki alasannya sendiri. Ia menjelaskan, pelonggaran di masa libur Nataru dilakukan seiring kondisi COVID-19 di Indonesia yang sudah semakin membaik dari sebelumnya.
ADVERTISEMENT
Kondisi tersebut, menurutnya tergambarkan dari data kasus konfirmasi harian nasional yang dalam dua minggu terakhir semakin menurun dengan rata-rata berkisar 100-300 kasus per hari. Selain itu, tren positivity rate juga tercatat semakin rendah yaitu di bawah 1%, di kisaran 0,1-0,2%.
Kondisi ini, menurutnya jelas sangat berbeda dengan situasi COVID-19 pada momen Nataru tahun lalu yang mencatatkan tingkat positivity rate mencapai 13,6%.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020

Capaian Vaksinasi Menggembirakan

Muhadjir Sebut Kasus Corona Terkendali: Insyaallah Lebaran 2022 Berjalan Normal (49428)
zoom-in-whitePerbesar
Apartemen Taman Rasuna Gelar Vaksinasi Usia 6-11 Tahun. Foto: Dok. Istimewa
Tak hanya itu, capaian vaksinasi disebut Muhadjir hingga kini juga mencatatkan pencapaian yang cukup menggembirakan. Hal itu terlihat dari data Kemenkes per 27 Desember 2021, yang menunjukkan capaian dosis pertama yang sudah mencapai 159.803.372 orang atau 76,73% dari target.
Kemudian,111.177.232 orang yang telah mendapatkan vaksinasi dosis kedua atau 53.38% dari target, dan untuk dosis ketiga sudah mencapai 1.303.225 atau 0.63%, dari total sasaran 208.266.720 penduduk Indonesia
ADVERTISEMENT
"[Capaian] Ini yang menyebabkan kenapa kita confidence [percaya diri] untuk membuka gerakan orang secara lebih leluasa pada menjelang Natal dan Tahun Baru kali ini," ungkap Muhadjir.

Tak Boleh Terlena, Omicron Sudah Masuk ke RI

Muhadjir Sebut Kasus Corona Terkendali: Insyaallah Lebaran 2022 Berjalan Normal (49429)
zoom-in-whitePerbesar
Karyawan menggunakan pelindung wajah dan masker saat melakukan aktivitas di pusat perkantoran, kawasan SCBD, Jakarta, Senin (8/6/2020). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO
Meski begitu, Muhadjir meminta semua pihak tak terlena dengan situasi yang ada saat ini mengingat varian Omicron sudah masuk ke Indonesia. Ia meminta seluruh pihak agar tidak mengabaikan protokol kesehatan pada masa ini.
Kolaborasi pentahelix antara pemerintah, sektor swasta, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, dan media massa, diharapkannya dapat berkontribusi penuh dalam mengendalikan corona varian Omicron.
"Termasuk keterlibatan Muhammadiyah sebagai organisasi kemasyarakatan yang memiliki rumah sakit, memiliki perguruan tinggi, semuanya memiliki kontribusi sangat besar dan memiliki makna yang berarti," kata Muhadjir.
ADVERTISEMENT
Dalam kesempatan pertemuan daring itu, turut hadir Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua Umum Muhammadiyah COVID Command Center (MCCC) PP Muhammadiyah Agus Samsudin, Ketua Pusat Studi Muhammadiyah Bachtiar Dwi Kurniawan, Guru Besar Politik Islam Ilmu Politik UMY Sunyoto Usman, Asdep Mobeter dan Sektor Eksternal Kemenko Perekonomian Ferry Irawan.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020