kumparan
15 Oktober 2019 19:33

Muhammadiyah Minta Polri Telusuri Pelaku Crosshijaber

Akun Instagram yang mengaku sebagai crosshijaber
Akun Instagram yang mengaku sebagai crosshijaber. Foto: Instagram/@crosshijabers
Dunia maya dihebohkan dengan kabar adanya laki-laki yang hobi berbusana perempuan muslim atau mengenakan hijab. Warganet menyebut fenomena ini sebagai crosshijaber.
ADVERTISEMENT
Sebuah akun instagram bernama crossdress.id secara terbuka mengaku dirinya yang mengenakan hijab adalah seorang laki-laki."No sex! Saya adalah laki", hanya saja suka berpakaian wanita (crossdress)," tulisnya pada kolom biografi.
Namun, akun yang berisi dua foto tersebut mendadak lenyap alias hilang. Tetapi jejak digital berupa screenshot akun tersebut beredar di media sosial.
Menyikapi fenomena cross hijaber yang meresahkan warga, PP Muhammadiyah menegaskan agar kepolisian segera mengambil tindakan dan menyelidiki motif pelakunya.
Menurut Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, pelaku cross hijaber memerlukan binaan agar bisa kembali berpakaian secara normal.
“Silakan polisi menyelidiki mengenai crosshijaber itu, kalau memang itu dianggap pelakunya adalah orang yang mengalami kelainan atau perbedaan psikologis ya harus dibina. Kalau mereka sengaja itu, solusinya juga dibina,” ujar Abdul di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Selasa (15/10).
Ilustrasi cadar.
Ilustrasi cadar. Foto: Pixabay
“Jadi penyelidikan polisi ini bukan dimaksudkan untuk menjadikan mereka pelaku tindak kriminal tetapi memastikan siapa mereka itu apa motifnya toh polisi bisa melacak karena mereka punya akun medsos,” tuturnya lagi.
ADVERTISEMENT
Abdul menegaskan, dalam Islam fenomena crosshijaber atau yang disebut sebagai Mutasyabih itu adalah hal yang dilarang. Pelakunya, kata Abdul, harus mendapat binaan.
“Sebagai bagian dari Istilahnya Mutasyabih itu ya berbusana yang berbeda dengan jenis kelaminnya. Menurut agama kan nggak boleh laki-laki berpenampilan ala perempuan dan sebaliknya, dan itu solusinya juga dibina,” tutur Abdul.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan