News
·
1 September 2020 19:23

Mutasi Virus Corona, Kewaspadaan di Sektor Pariwisata Yogyakarta Ditingkatkan

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Mutasi Virus Corona, Kewaspadaan di Sektor Pariwisata Yogyakarta Ditingkatkan (1007)
Pantai Parangtritis di Kabupaten Bantul, Yogyakarta jadi destinasi wisata pilihan libur akhir tahun. Foto: Shutterstock
Para ahli menyebut mutasi virus corona, SARS-CoV-2 menjadi D164G telah terjadi di Indonesia. Salah satu daerah ditemukannya mutasi tersebut adalah Yogyakarta. Mutasi virus corona ini diduga kuat menular 10 kali lebih kuat dari sebelumnya.
ADVERTISEMENT
Terkait ancaman ini, Kepala Dinas Pariwisata DI Yogyakarta, Singgih Raharjo, memastikan kewaspadaan di sektor pariwisata akan ditingkatkan, khususnya dalam penerapan protokol kesehatan.
"Ya tentu kita akan meningkatkan kewaspadaan itu ya, dengan cara melakukan evaluasi dan monitoring terhadap destinasi wisata yang banyak dikunjungi oleh orang dan memastikan protokol dijalankan dengan baik," kata Singgih ditemui di Kompleks Kepatihan Pemda DI Yogyakarta, Selasa (1/9).
Mutasi Virus Corona, Kewaspadaan di Sektor Pariwisata Yogyakarta Ditingkatkan (1008)
Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Ia menegaskan tidak akan ada kelonggaran dalam penerapan protokol kesehatan, termasuk di sektor pariwisata. Para pelaku wisata juga didorong semakin memperketat protokol kesehatan seperti rutin menyemprot disinfektan.
"Tidak akan kendor protokol kesehatan," tegasnya.
Meski demikian, kata Singgih, sampai saat ini belum ada temuan kasus infeksi virus corona di sektor pariwisata. Namun menurutnya, itu bukan menjadi alasan pemda dan masyarakat abai terhadap protokol kesehatan.
ADVERTISEMENT
"Bahkan, di Kulon Progo ada yang dipasang spanduk bahwa tempat ini tidak menerapkan protokol dengan baik," ujar Singgih.
Mutasi Virus Corona, Kewaspadaan di Sektor Pariwisata Yogyakarta Ditingkatkan (1009)
Pemandu wisata melintas di samping papan pengumuman pencegahan COVID-19 di obyek wisata Tebing Breksi, Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (12/6). Foto: Hendra Nurdiyansyah/ANTARA FOTO
Selain itu, Singgih memastikan uji coba pembukaan tempat wisata terbatas tetap dilanjutkan, mengingat status Tanggap Darurat Virus Corona di DI Yogyakarta diperpanjang.
"Kita siapkan untuk perpanjangan juga uji coba operasional terbatasnya. Jadi selama ini kita kan melakukan uji coba operasional terbatas. Prinsipnya kita akan selalu memperbaiki dari sisi fasilitas kemudian peningkatan kompetensi dari pengelolanya, juga kita meningkatkan untuk mengajak wisatawan untuk menjadi wisatawan yang bijak," kata Singgih.
Dari hasil pemantauan aplikasi Visiting Jogja, jumlah wisatawan di DI Yogyakarta pada akhir pekan mencapai 30 ribu orang. Sementara pada long weekend beberapa waktu lalu bisa mencapai 40 ribu orang.
ADVERTISEMENT
----------------------------------
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona