Mu'ti Lapor DPR Salurkan Rp 94 M Buat Korban Banjir Sumatera: Kurang Rp 4,9 T

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bantuan yang diberikan Kemendikdasmen sebagai upaya pemulihan pendidikan pascabencana di Sumatera dan Aceh. Foto: Dok. Kemendikdasmen
zoom-in-whitePerbesar
Bantuan yang diberikan Kemendikdasmen sebagai upaya pemulihan pendidikan pascabencana di Sumatera dan Aceh. Foto: Dok. Kemendikdasmen

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyebut kementeriannya telah menyalurkan sejumlah bantuan pendidikan ke daerah terdampak bencana di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.

Selain bantuan dalam bentuk tunai untuk guru hingga siswa, Kemendikdasmen menyerahkan 27 ribu paket school kit.

“Tercatat 4.549 satuan pendidikan terdampak yang berimplikasi pada terganggunya layanan pendidikan bagi sekitar 657.193 peserta didik serta aktivitas pembelajaran oleh 56.882 guru,” ucap Mu’ti saat rapat bersama Komisi X di Gedung DPR, Rabu (21/1).

“Melalui anggaran kemendikdasmen telah disalurkan berbagai bentuk bantuan, antara lain 27.000 paket school kit untuk peserta didik, 168 unit tenda pembelajaran darurat, 147 unit ruang kelas darurat, dana operasional pendidikan darurat untuk 1.339 satuan pendidikan, tunjangan guru terdampak bencana bagi 16.467 guru, dukungan psikososial di 680 satuan pendidikan, dan 147.670 buku untuk mendukung keberlanjutan pembelajaran,” tambahnya.

Suasana raker Komisi X bersama Mendikdasmen Abdul Mu'ti di DPR pada Rabu (21/1/2026). Foto: Abid Raihan/kumparan

Selain bantuan, Mu’ti menyebut telah mengeluarkan surat edaran yang bermuatan petunjuk teknis pembelajaran di tengah bencana.

“Sebagai respons cepat, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga telah menerbitkan surat edaran Menteri yang dilengkapi dengan petunjuk teknis penyelenggaraan pembelajaran pada satuan pendidikan terdampak bencana,” ucap Mu’ti.

“Kebijakan ini menjadi pedoman bagi satuan pendidikan dalam menyelenggarakan pembelajaran pada semester genap tahun ajaran 2025-2026 yang dimulai pada 5 Januari 2026 dengan pendekatan yang adaptif terhadap kondisi lapangan,” tambahnya.

Mendikdasmen Abdul Mu'ti meninjau kondisi SD Negeri 057239 Sekoci, Bestiang, Langkat, Sumatera Utara, Selasa (9/12/2025). Foto: Fadjar Hadi/kumparan

Mu’ti mengatakan, Kemendikdasmen memerlukan Rp 5,03 triliun dana percepatan rehabilitasi satuan pendidikan.

“Dalam rangka penanganan bencana Sumatera, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memerlukan anggaran sebesar Rp 5,03 triliun yang akan digunakan untuk dukungan layanan pendidikan selama masa pemulihan, sarana dan peralatan pendidikan, tunjangan khusus guru, dan rekonstruksi serta rehabilitasi satuan pendidikan,” ucap Mu’ti.

Namun, menurut Mu’ti, anggaran yang ada masih kurang Rp 4,94 triliun.

“Dari total kebutuhan tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar telah menyalurkan bantuan sebesar Rp 94,84 miliar pada akhir tahun 2025 sehingga masih terdapat kekurangan anggaran di luar yang telah disalurkan sebesar Rp 4,94 triliun,” jelas Mu’ti.