Myanmar Kecam ASEAN yang Tak Undang Pemimpin Militernya ke Berbagai Pertemuan

18 Agustus 2022 12:11
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Juru bicara militer Myanmar Brigadir Jenderal Zaw Min Tun. Foto: Thet Aung/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Juru bicara militer Myanmar Brigadir Jenderal Zaw Min Tun. Foto: Thet Aung/AFP
ADVERTISEMENT
Junta militer Myanmar mengecam ASEAN. Mereka menuduh kelompok negara-negara Asia Tenggara itu sengaja menekan negaranya.
ADVERTISEMENT
Pemicu kemarahan Myanmar adalah kebijakan ASEAN untuk tidak mengundang pemimpin militer Myanmar dalam berbagai rangkaian pertemuan. Aksi itu diambil ASEAN karena implementasi perdamaian di Myanmar dianggap tidak menunjukkan progres.
Padahal ASEAN sudah menggelar pertemuan di Jakarta pada 2021 demi membantu Myanmar yang dilanda krisis, usai kudeta pemerintahan sipil awal tahun lalu. Kudeta menyebabkan pertumpahan darah yang menewaskan ribuan orang warga sipil.
Gedung sekretariat Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), menjelang pertemuan para pemimpin ASEAN di Jakarta, Indonesia, Jumat (23/4). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Gedung sekretariat Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), menjelang pertemuan para pemimpin ASEAN di Jakarta, Indonesia, Jumat (23/4). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS
ASEAN pun meminta agar di setiap rangkaian pertemuannya, junta hanya mengirimkan perwakilan non-politik. Permintaan ASEAN ditolak junta.
Jubir junta Militer Zaw Min Tun menegaskan, saat ini mereka adalah perwakilan pemerintah Myanmar yang sah. Sehingga sudah sepatutnya diundang pada pertemuan ASEAN.
"Jika kursi perwakilan suatu negara kosong, maka sudah seharusnya pertemuan itu tidak disebut pertemuan tingkat tinggi ASEAN," ujar Zaw seperti dikutip dari Reuters.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Zaw menegaskan, salah satu implementasi dari 5 poin konsensus ASEAN untuk Myanmar ialah bertemu kelompok pro-demokrasi yang sempat berkuasa. Ia menegaskan, pertemuan tak bisa dilakukan lantaran kelompok penentang militer melakukan tindakan terorisme.
"Apa yang mereka mau adalah kita untuk bertemu dan berbicara dengan kelompok teroris," ucap Zaw.
Karena itu, ASEAN dipandang junta sudah melanggar kebijakannya sendiri. ASEAN memiliki aturan tidak intervensi kebijakan dalam negeri negara anggota.
"ASEAN telah melanggar kebijakannya sendiri yaitu non-intervensi kedaulatan negara meski menghadapi tekanan dari luar," papar Zaw.
Tuduhan Myanmar sampai saat ini tidak ditanggapi oleh Kamboja. Negara itu pada 2022 ini menjabat ketua ASEAN.
Jubir Kemlu Kamboja, Chum Sounry, hanya menegaskan ASEAN berharap situasi di Myanmar segera kondusif. Membaiknya kondisi akan membuat Myanmar dapat ikut kegiatan di ASEAN secara normal.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020