kumparan
6 November 2019 14:44

Nadiem Rapat Perdana di DPR: Maaf Gugup dan Paparan Hanya 1 Halaman

Nadiem Makarim, Komisi X DPR
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim (tengah) mengikuti rapat dengan Komisi X DPR. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
Hari ini, Rabu (6/11), menjadi hari pertama bagi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim, rapat dengan Komisi X DPR untuk memaparkan program kerjanya 5 tahun ke depan.
ADVERTISEMENT
Sebelum memaparkan programnya, Nadiem mengaku di depan anggota dewan hari ini merupakan kali pertamanya masuk ke gedung DPR. Dia meminta agar anggota dewan memakluminya jika ternyata dirinya masih gugup dan terlihat kagok.
"Pertama mohon maaf kalau saya sedikit kaku-kaku. Ini pertama kalinya saya pernah masuk ke gedung ini. Jadi maaf kalau saya sedikit kaku, sedikit gugup. Tapi sebagai representasi milenial di pemerintahan kabinet Pak Jokowi, semoga saya tak mengecewakan generasi saya," kata Nadiem di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (6/10).
Nadiem Makarim, Komisi X DPR
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengikuti rapat dengan Komisi X DPR. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
Tak berhenti di situ, eks CEO Gojek itu menyampaikan ada hal yang berbeda dalam pemaparannya. Sebab, dia hanya menyiapkan 1 halaman terkait rancangan kerjanya untuk dipresentasikan di depan anggota dewan.
ADVERTISEMENT
"Saya akan lakukan paparan, tapi mohon maaf sebelumnya, paparan saya mungkin sedikit berbeda, hanya 1 halaman yang akan saya sajikan dan saya akan bicarakan satu per satu," ujarnya.
Meski hanya membawa 1 halaman, nyatanya Nadiem membedah satu per satu poin dalam lembar halaman rancangan kerjanya. Setidaknya ada 5 poin pokok rancangan kerjanya yakni pendidikan karakter, deregulasi dan debirokrasi, meningkatkan inovasi dan investasi, penciptaan lapangan kerja, dan pemberdayaan teknologi.
Nadiem memaparkan satu per satu poin dengan luwes. Tak ada kegugupan dan keraguan dari paparan Nadiem di depan anggota dewan.
Hingga saat ini rapat masih berlangsung.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan