News
·
3 Juni 2021 15:20
·
waktu baca 1 menit

Nakes di Kudus Wafat COVID-19 Meski Sudah Divaksin, Kemenkes Turun Tangan

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Nakes di Kudus Wafat COVID-19 Meski Sudah Divaksin, Kemenkes Turun Tangan (104025)
searchPerbesar
Sejumlah tenaga kesehatan merawat pasien positif COVID-19 di RSDC, Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Rabu (5/5/2021). Foto: M RISYAL HIDAYAT/ANTARA FOTO
Kasus COVID-19 di Kudus, Jawa Tengah, kian meningkat pesat dan mengkhawatirkan. Bahkan 196 tenaga kesehatan dinyatakan positif dalam waktu singkat dan satu nakes meninggal dunia.
ADVERTISEMENT
Menanggapi hal ini, Kemenkes akhirnya turun tangan. Kasus ini akan diselidiki, sementara hasil sampel nakes yang positif di Kudus juga telah dilakukan Whole Genome Sequencing (WGS) untuk mendeteksi varian baru.
"Iya [akan diselidiki]. Ini sedang dilakukan pemeriksaan WGS-nya," kata Nadia kepada kumparan, Kamis (3/6).
Tenaga kesehatan menjadi sasaran vaksinasi corona nasional tahap satu dengan vaksin Sinovac. Targetnya yakni 1.468.764 orang.
Dari target tersebut, 1.520.422 orang atau 103,52 persen sudah menerima vaksin dosis ke-1. Sedangkan 1.389.639 orang sudah divaksinasi dosis ke-2.
Nakes di Kudus Wafat COVID-19 Meski Sudah Divaksin, Kemenkes Turun Tangan (104026)
searchPerbesar
Siti Nadia Tarmidzi, jubir vaksinasi corona dari Kemenkes. Foto: Dok. Setpres
Untuk itu, Kemenkes akan mencari tahu apakah penularan COVID-19 yang terjadi begitu cepat di Kudus, khususnya di antara nakes yang sudah divaksin disebabkan oleh varian baru corona yang sudah terdeteksi masuk Indonesia. Apalagi ada satu nakes yang sampai wafat akibat COVID-19.
ADVERTISEMENT
"[Sampel dikirim] ke Balitbangkes," pungkasnya.
Sebelumnya, kenaikan kasus positif COVID-19 pada nakes di Kudus diumumkan Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Edy Kusworo.
"Sampai kemarin ada 196 nakes [COVID-19]. Hari ini masih proses," ujar Edy.
Dia menjelaskan ratusan nakes yang terdiri dari dokter, bidan, dan perawat itu terpapar saat memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat. Sementara ada satu nakes yang dilaporkan wafat.
"Mayoritas sedang menjalani isolasi mandiri dan sisanya dirawat di rumah sakit," imbuh dia.