News
·
24 Februari 2021 12:34

Nasib GM Hotel di Tangerang: Jadi Tersangka Limbah Medis Demi Hemat Rp 10 Juta

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Nasib GM Hotel di Tangerang: Jadi Tersangka Limbah Medis Demi Hemat Rp 10 Juta (128742)
Petugas di lokasi penemuan 17 karung limbah APD di Parung Panjang, Bogor. Foto: Dok. Istimewa
Mahalnya biaya penanganan limbah medis itu membuat General Manager (GM) Hotel PPH Kota Tangerang memutar otak agar biaya bisa ditekan.
ADVERTISEMENT
Dalam dua hari ini, ada dua kali angkut limbah medis yang biayanya mencapai Rp 10 juta.
Hotel tempat si GM Hotel ini bekerja adalah hotel rujukan untuk pasien COVID-19 menjalani isolasi mandiri. Setiap dua hari sekali, limbah medis dari hotel harus diangkut.
Akhirnya, jalan pintas diambil, pihak hotel membayar perusahaan laundry yang tak kompeten dalam penanganan pembuangan limbah medis. Biayanya juga super murah hanya Rp 1 juta untuk sekali angkut.
Tapi rupanya, tindakan itu berujung petaka. Si perusahaan laundry ini asal saja membuang limbah medis, dan salah satunya di Parung, Kabupaten Bogor.
"Motif cost yang diperuntukan untuk pengelolaan limbah tinggi, Rp 10 jutaan mereka bekerja sama dengan laundry ini sehingga costnya bisa ditekan menjadi 1 juta per pengambilan dengan 2 box sampah tersebut," jelas Kapolres Bogor AKBP Harun, Rabu (23/3).
ADVERTISEMENT
Sayangnya Harun belum merinci nama si GM hotel ini.
Saat membuang limbah medis itu, perusahaan laundry itu asal saja. Mereka sebelumnya sudah memutar-mutar di kawasan Tangerang dan akhirnya menemukan lokasi di Parung.
Dan karena sembarangan membuang limbah medis ini, mulai dari penyedia layanan laundry sampai HRD dan GM hotel menjadi tersangka.
Kata AKBP Harun, untuk tersangka bisa saja bertambah. Pihak kepolisian akan memanggil pihak lainnya.
"Kemarin juga kami sudah memanggil dari Pihak Pemkot BPBD Kota Tangerang karena penunjukan itu dari BPBD, kita meminta klarifikasi apakah benar ada kerja sama Pemkot dengan pihak Hotel PPH itu. Jadi ini tidak menutup kemungkinan ada pihak-pihak lain yang akan diperiksa karena ini kan masih berjalan proses penyidikan," kata Harun.
ADVERTISEMENT