kumparan
3 Maret 2019 22:47

Neno Warisman Tak Peduli Komentar Buya Syafii soal Puisi Munajat 212

Neno Warisman saat hadiri Malam Munajat 212 di lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Kamis, (21/2). Foto: Moh Fajri/kumparan
Mantan Ketum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafii menilai puisi yang dibacakan Neno Warisman di malam Munajat 212 tidak beradab. Menanggapi hal itu, Neno mengaku tidak peduli dengan komentar Buya Syafii tersebut.
ADVERTISEMENT
“Enggak, aku enggak mau dengar (komentar Buya)” kata Neno singkat usai acara peluncuran aplikasi Rekat Indonesia di restoran Aljazeera, Jakarta Timur, Minggu (3/3).
Neno beralasan karena ia hanya ingin mendengar hal yang baik. Karena menurutnya pikirannya harus diisi hal-hal yang positif.
“Aku hanya mendengar hal-hal yang baik, yang positif gitu. Karena pikiran kita itu harus selalu diisi dengan hal yang positif dan aku menyukai sesuatu yang positif,” kata Neno.
Mantan Ketua PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafii. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Sebelumnya Buya Syafii menyebut Neno tidak mengerti agama. Ia juga menyebut puisi Neno sebagai hal yang biadab.
“Itu puisi biadab. Biadab itu bahasa Persia ‘bi’ itu tidak, ‘dab’ itu tata krama, sopan santun. Ini dia membawa Tuhan dalam pemilu itu kan biadab,” kata Buya di sela-sela bedah buku 'Krisis Arab dan Masa Depan Dunia Islam' di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Bantul, Jumat (1/3).
ADVERTISEMENT
Menurut Buya, meski Neno menggunakan jilbab, namun hal itu bukan jaminan memahami agama. “Dia enggak mengerti agama, Neno enggak paham agama hanya pakai jilbab itu bukan jaminan dia mengerti agama,” ujarnya.
Jemaah Munajat 212 melaksanakan zikir bersama di Monas, Jakarta, Kamis (21/2/2019). Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Dalam acara Munajat 212 di Monas, Kamis (21/2), Neno didapuk untuk menjadi pembaca doa dan puisi. Total 10 menit 20 detik, Neno berbicara di depan massa Munajat 212.
"Namun kami mohon, jangan serahkan kami kepada mereka yang tak memiliki kasih sayang pada kami dan anak cucu kami, dan jangan, jangan Kau tinggalkan kami, dan menangkan kami, karena jika Engkau tidak menangkan kami khawatir, Ya Allah, kami khawatir, Ya Allah, tak ada lagi yang menyembahmu, Ya Allah," demikian petikan doa Neno.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan