kumparan
24 Juli 2019 15:13

Netizen Diajak Pilih Nama untuk Bayi Gajah di Konservasi Aceh

Bayi gajah di Convervation Respon Unit (CRU) Alue Kuyun, Aceh Barat, Rabu (24/7)
Bayi gajah di Convervation Respon Unit (CRU) Alue Kuyun, Aceh Barat, Rabu (24/7) pagi. Foto: Dok. BKSDA Aceh
Gajah bernama Suci yang berusia 30 tahun melahirkan bayi betina di Convervation Response Unit (CRU) Alue Kuyun, Aceh Barat, Rabu (24/7) sekitar pukul 07.00 WIB. Kini dua nama telah disiapkan untuk bayi gajah tersebut, yakni Cut Nyak atau Boni.
ADVERTISEMENT
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Sapto Aji Prabowo, akan mengusulkan rencana penamaan tersebut ke Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE). Kemudian, dua nama yang diusulkan itu akan diposting ke media sosial agar netizen ikut memilih nama yang lebih bagus untuk bayi gajah tersebut.
“Ditjen KSDAE mengusulkan dua nama, Cut Nyak atau Boni. Selanjutnya akan dilempar ke medsos untuk divote oleh netizen selama dua hari. Suara yang terbanyak akan dipilih sebagai nama untuk disematkan kepada bayi gajah tersebut,” kata Sapto.
Bayi gajah di Convervation Respon Unit (CRU) Alue Kuyun, Aceh Barat, Rabu (24/7)
Bayi gajah di Convervation Respon Unit (CRU) Alue Kuyun, Aceh Barat, Rabu (24/7) pagi. Foto: Dok. BKSDA Aceh
Sapto mengatakan bayi gajah tersebut lahir dalam kondisi sehat. Bayi gajah itu memiliki panjang sampai pangkal ekor 100 cm, tinggi 90 cm dan berat sekitar 70 kg.
ADVERTISEMENT
Namun untuk memastikan kondisinya, saat ini dokter hewan dari BKSD dan Unsyiah tengah melakukan pemeriksaan.
“Dokter sudah meluncur ke TKP untuk memeriksa. Kalau perawatan akan lebih bagus dirawat sang induk, diberikan ASI seperti manusia juga,” ujarnya.
Bayi gajah ini merupakan anak kedua dari gajah induk Suci. Suci diamankan pada tahun 1994 di daerah Ulee Glee, Pidie Jaya, Aceh.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan