kumparan
20 November 2019 21:27

Nicolaus, Kopilot Wings Air, Bunuh Diri Diduga karena Dipecat

Wings Air
Pesawat Wings Air mengalami kerusakan. Foto: Antara/Fiqman Sunandar
Polisi memastikan tewasnya kopilot Wings Air Nicolaus Anjar Aji Suryo Putro bunuh diri. Nicolaus ditemukan tewas tergantung di kamar indekosnya di Kalideres, Jakarta Barat.
ADVERTISEMENT
Informasi yang beredar, di dekat jenazah Nicolaus terdapat surat pemecatannya dari Wings Air. Namun hal itu, dibantah oleh Kapolsek Kalideres AKP Indra Maulana.
"Nah ini untuk surat ini harus diluruskan. Kalau di TKP (Tempat Kejadian Perkara) kita tidak mendapat itu," ujar Indra, saat dikonfirmasi, Rabu (20/11).
Lebih lanjut Indra mengetahui keberadaan surat pemberhentian kerja yang dikirimkan dari perusahaan Nicolaus bekerja, namun Indra tidak mengetahui pasti isi surat tersebut. Musababnya surat itu dikirimkan ke alamat tinggal Nicolaus di Solo.
Nicolaus Anjar, Kopilot Wings Air yang Diduga Bunuh Diri PTR
Nicolaus Anjar, Kopilot Wings Air yang Diduga Bunuh Diri. Foto: Dok. Istimewa
"Namun surat itu memang surat pemberhentian kerja dari pihak perusahaan tempat dia bekerja itu, tapi dikirimkannya ke alamat almarhum sesuai KTP karena almarhum kan orang Solo. Dikirimkannya itu ke rumah orang tuanya di Solo, jadi tidak ada di TKP," kata Indra.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya beredar kabar Nicolaus ditemukan tidak bernyawa dengan sebuah surat pemberhentian kerja di dekat jasadnya. Bukan hanya itu, surat tersebut juga menuliskan jika pria 27 tahun itu harus membayar penalti sebesar Rp 7 miliar.
Warga asli Solo itu ditemukan tewas gantung diri di kamar indekosnya pada Senin (18/11). Polisi memastikan kematian Nicolaus karena bunuh diri.
"Sejauh ini seperti itu, karena memang tidak ada sama sekali baik dari luka yang ada di sekujur tubuh almarhum juga tidak ditemukan luka benda tumpul atau benda keras dan lain-lain tidak ada. Hasil visumnya memang karena jeratan di leher meninggal," kata Indra.
Corporate Communications Strategic of Wings Air Danang Mandala Prihantono saat ditanyakan soal pemecatan terhadap Nicolaus tak ingin berkomentar banyak. Danang hanya menyebut, "Semuanya sudah saya sampaikan di rilis," ujar Danang saat dihubungi kumparan.
Corporate Communication Strategic Lion Air Danang Mandala
Corporate Communication Strategic Lion Air Danang Mandala. Foto: Nurul/kumparan
ADVERTISEMENT
Dalam rilisnya itu Danang mengatakan segenap manajemen, kru dan karyawan Wings Air berbelasungkawa atas meninggalnya Nicolaus. Danang bahkan dalam rilisnya itu juga menyinggung soal penerapan aturan kedisiplinan karyawan perusahaan.
Danang menegaskan, Wings Air sudah mengimplementasikan program pembinaan kepada seluruh karyawan, termasuk awak pesawat. Kebijakan itu berfungsi dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, integritas dan berkarakter baik, sebagai upaya peningkatan kinerja tinggi.
"Wings Air juga sudah melakukan pembinaan secara bertahap kepada awak kokpit yang melakukan tindakan tidak disiplin (indisipliner). Apabila dalam fase pembinaan, karyawan atau awak kokpit tidak memenuhi kualifikasi/ hasil yang diharapkan, maka perusahaan akan memberikan penindakan/ keputusan sesuai aturan," tegas Danang tanpa menjelaskan lebih lanjut kaitan pelanggaran disiplin dengan meninggalnya Nicolaus.
ADVERTISEMENT
kumparan kemudian menyambangi kediaman orang tua Nicolaus yang terletak di perbatasan Solo-Karanganyar, Jawa Tengah. Karangan bunga berjejer di depan rumah orang tua Nicolaus.
Beberapa di antaranya terlihat karangan bunga yang dikirim dari rekan pilot Wings Air, Penerbang 65 Curug, Penerbang 64 & STPI Curug 2010.
---------------------------------------------------------------
Anda bisa mencari bantuan jika mengetahui ada sahabat atau kerabat, termasuk diri anda sendiri, yang memiliki kecenderungan bunuh diri.
Informasi terkait depresi dan isu kesehatan mental bisa diperoleh dengan menghubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas dan Rumah Sakit terdekat, atau mengontak sejumlah komunitas untuk mendapat pendampingan seperti LSM Jangan Bunuh Diri via email janganbunuhdiri@yahoo.com dan saluran telepon (021) 9696 9293, dan Yayasan Pulih di (021) 78842580.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan