kumparan
6 Januari 2020 23:17

Novel Dorong Kasus Penyerangan Air Keras Ditangani Tim Independen

PTR, Novel Baswedan, Polda Metro Jaya
Penyidik Senior KPK Novel Baswedan usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (6/1/2020). Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Polisi masih terus mendalami motif aksi penyerangan terhadap penyidik senior Novel Baswedan yang dilakukan 2 anggota polisi aktif, RM dan RB.
ADVERTISEMENT
Novel Baswedan pun menyarankan agar kasusnya ini ditangani tim yang independen. Menurutnya, tim independen tersebut nanti bisa lebih efektif dalam menyelidiki kasusnya itu.
“Gini, saya mengatakan bahwa setiap upaya sindikasi yang terorganisir dalam melakukan serangan-serangan atau perlawanan kepada orang yang sedang melakukan tugas memberantas korupsi harus ditindak tegas,” ucap Novel di Mapolda Metro Jaya, Senin (6/1).
“Tentunya pengungkapan itu akan lebih efektif apabila dilakukan oleh tim yang independen,” tambahnya.
Layar penghitung waktu, Novel Baswedan
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (tengah), Penyidik Senior Novel Baswedan (kanan), memberikan keterangan kepada wartan. Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Menurut Novel Baswedan, tim independen itu juga bisa bekerja untuk mengungkap kasus teror yang menyerang penyidik KPK lainnya
“Saya berkali-kali menyatakan itu. Termasuk juga upaya serangan terhadap orang2 KPK, jangan sampai sekarang ini kan belum ada yang terungkap,” kata dia.
Infigrafik Akhir Pencarian Penyerang Novel Baswedan, INFOG
Infigrafik Akhir Pencarian Penyerang Novel Baswedan. Foto: Masayu Antarnusa/kumparan
Kedua tersangka penyerang Novel Baswedan ditangkap di Cimanggis, Depok, pada Kamis, 26 Desember 2019. Salah seorang tersangka, RB, mengaku menyerang Novel Baswedan karena alasan ketidaksukaan dan menganggap penyidik KPK itu sebagai pengkhianat.
ADVERTISEMENT
Hingga kini, Polri belum menyampaikan hasil pemeriksaan dari kedua tersangka tersebut, khususnya terkait siapa aktor dibalik penyerangan terhadap Novel Baswedan.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan