OJK Jabar Blokir 3.856 Aplikasi Pinjol Ilegal Selama Januari-Oktober 2021

19 Oktober 2021 13:40
·
waktu baca 1 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
OJK Jabar Blokir 3.856 Aplikasi Pinjol Ilegal Selama Januari-Oktober 2021 (6489)
searchPerbesar
Pegawai PT Ant Information Consulting (AIC) duduk di depan komputer saat penggerebekan kantor pinjaman online ilegal di Kelapa Gading, Jakarta, Senin (18/10). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 2 Jawa Barat (Jabar) memblokir 3.856 aplikasi pinjaman online ilegal (pinjol ilegal) dalam kurun waktu Januari hingga Oktober 2021.
ADVERTISEMENT
"Kalau tidak salah jumlahnya itu sekitar 3.856 aplikasi pinjol ilegal yang sudah diblokir," kata Kepala OJK Regional 2 Jabar Indarto Budiwitono kepada wartawan, Selasa (19/10).
Ia menambahkan, meski ribuan pinjol tersebut telah diblokir, ratusan hingga ribuan aplikasi yang ilegal muncul kembali. Karena hal itu, ia menilai perlu adanya kerja sama dengan instansi lain.
"Kita koordinasi dengan Kominfo agar ketika aplikasi tersebut di-upload harus terdaftar dulu di Kominfo itu sudah dilakukan kerja sama," imbuhnya.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Ia menegaskan baru sekitar 98 aplikasi pinjol yang terdaftar di OJK Jabar yang mengantongi izin. Indarto pun mengimbau kepada masyarakat agar teliti ketika hendak mengajukan pinjaman.
Sebab, kata dia, marak aplikasi pinjol yang mencantumkan logo OJK tapi tak terdaftar. Sebaiknya, masyarakat mengecek kembali aplikasi itu sudah terdaftar ataukah belum di OJK.
ADVERTISEMENT
Selain itu, pihaknya juga telah menerima 1.750 aduan masyarakat soal aktivitas pinjol ilegal tersebut.
"Pinjol ilegal ini sangat berbahaya, karena tidak ada aturan jelas, siapa yang mengawasi, bagaimana pengaturan penagihannya dan berapa suku bunganya, semuanya tidak ada yang mengatur," pungkas dia.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020