News
·
20 April 2017 13:15

OJK: Pemahaman Masyarakat Tentang Dana Pensiun Masih Rendah

Konten ini diproduksi oleh kumparan
OJK: Pemahaman Masyarakat Tentang Dana Pensiun Masih Rendah (173162)
Launching Pension Day 2017 (Foto: Ela Nurlaela/kumparan)
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Industri Jasa Keuangan (IJK) terus berupaya dalam mensosialisasikan program dana pensiun. Melalui acara peluncuran Pension Day 2017, program ini sebagai upaya dalam menumbuhkan tingkat kesadaran masyarakat tentang pentingnya program dana pensiun.
ADVERTISEMENT
Dewan Komisioner OJK Bidang Industri Keuangan Non Bank (IKNB), Firdaus Djaelani menyebutkan, pemahaman masayarakat Indonesia tentang program dana pensiun masih terbilang rendah. Padahal, program dana pensiun sangatlah penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Dana Pensiun bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program pensiun untuk menjaga kesinambungan penghasilan,” kata Firdaus dalam acara peluncuran Pension Day 2016 di Hotel Le Meridien, Jakarta, Kamis (20/4).
Firdaus mendata, berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan Indonesia pada 2016 menunjukkan indeks literasi keuangan dana pensiun sebesar 10,91 persen, sementara indeks inklusi dana pensiun sebesar 4,66 persen. Angka tersebut menunjukkan pemahaman masyarakat tentang program pensiun masih relatif rendah.
OJK: Pemahaman Masyarakat Tentang Dana Pensiun Masih Rendah (173163)
Launching Pension Day 2017. (Foto: Ela Nurlaela/kumparan)
Selain itu, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) per Agustus 2016, jumlah pekerja formal di Indonesia mencapai 50.207.787 pekerja, sedangkan pekerja informal mencapai 68.204.186 pekerja.
ADVERTISEMENT
Sedangkan dari jumlah pekerja formal tersebut yang tercatat sebagai peserta program pensiun, baik yang diselenggarakan oleh Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK), DPLK, BPJS Ketenagakerjaan, PT Taspen, atau PT Asabri, per 31 Desember 2016 hanyalah sebanyak 17.812.224 peserta (pekerja). Dengan demikian, baru sekitar 21 persen pekerja formal yang telah terlindungi dengan program pensiun.
Dengan diluncurkannya program ini, Firdaus berharap masyarakat bisa mempersiapkan hari tuanya melalui program dana pensiunnya.
"Tujuan dari kita merancang dana pensiun, karena pemerintah ingin kita semua ini bisa memiliki pendapatan yang langgeng di hari tua," paparnya.
Dalam kegiatan ini, OJK bekerja sama dengan Perkumpulan Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI), Perkumpulan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK), BPJS Ketenagakerjaan, PT Asabri (Persero), PT Taspen (Persero), dan Bank Dunia.
ADVERTISEMENT