News
·
9 April 2021 14:40

Organda Batasi Jumlah Bus yang Beroperasi di Pulogebang Selama Larangan Mudik

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Organda Batasi Jumlah Bus yang Beroperasi di Pulogebang Selama Larangan Mudik (36607)
Penumpang Bus AKAP (antar kota antar provinsi) yang dilarang berpergian bersiap dikembalikan di Terminal Pulogebang, Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Terminal Pulogebang menjadi satu-satunya terminal bus Antar Kota dan Antar Provinsi (AKAP) di DKI Jakarta yang akan beroperasi selama larangan mudik pada 6-17 Mei 2021 nanti.
ADVERTISEMENT
Menurut Ketua Organda DPD DKI Jakarta Shafruhan Sinungan, meski beroperasi, armada bus yang standby di Terminal Pulogebang akan sangat terbatas.
“Bus masih ada yang bisa beroperasi selama larangan mudik itu. Tapi pasti jumlahnya akan sangat terbatas. Kenapa? Karena ada larangan [mudik],” kata Shafruhan kepada kumparan, Jumat (8/4).
Organda Batasi Jumlah Bus yang Beroperasi di Pulogebang Selama Larangan Mudik (36608)
Antrean pembelian tiket di Terminal Terpadu Pulogebang. Foto: M. Darisman/kumparan
Namun untuk jumlah unit atau PO bus mana saja yang akan dioperasionalkan, ia mengatakan belum memiliki angka pasti. “Kalau totalnya, saya belum rinci,” tambah dia.
Ia mengatakan pembatasan ini adalah tindakan yang tepat dalam menurunkan angka calon pemudik, bahkan mencegah mereka untuk melakukan mudik.
”Yang jelas begini, yang dilakukan oleh Kadishub ini, kan, dalam rangka mendukung keputusan pemerintah, sehingga pergerakan orang untuk mudik pada tanggal tersebut dibatasi,” pungkas Shafruhan.
Organda Batasi Jumlah Bus yang Beroperasi di Pulogebang Selama Larangan Mudik (36609)
Calon penumpang yang akan berpergian menggunakan Bus AKAP (antar kota antar provinsi) mengantre untuk diperiksa dokumennya di Terminal Pulogebang, Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menyebut meski Terminal Pulogebang dibuka, pelaku perjalanan yang diizinkan menggunakan bus AKAP hanyalah mereka yang memiliki kepentingan mendesak.
ADVERTISEMENT
“Dan untuk pelayanan AKAP Terminal Pulogebang pun itu akan sangat selektif, apakah terkait dengan keperluan mendesak, misalnya kabar duka keluarga, ada yang sakit, dan sebagainya. Tentu ini akan sangat selektif,” ujar Syafrin pada Rabu (7/4).
Dengan adanya berbagai pembatasan, diharapkan tidak akan terjadi penumpukan pelaku perjalanan di terminal tersebut.