kumparan
27 Feb 2019 12:41 WIB

OSO Heran Wiranto Mau Sumpah Pocong: Mungkin Pak Kivlan Dianggap Hantu

Oso Hadiri Rakor pemenangan Hanura. Foto: Ricad Saka/kumparan
Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang (OSO) menanggapi pernyataan Menkopolhukam Wiranto terkait sumpah pocong. Pernyataan Sumpah pocong itu dikatakan Wiranto sebagai bentuk bantahan terhadap Mayjen (purn) Kivlan Zein yang menyatakan keterlibatan Wiranto di kerusuhan 1998.
ADVERTISEMENT
OSO yang juga Ketum Hanura merasa heran kepada kolega satu partainya itu. Ia menilai Wiranto menganggap Kivlan sebagai hantu sehingga perlu menggunakan sumpah pocong.
"Gimana ada sumpah pocong, sumpah pocong itu mana boleh sumpah pocong, sumpah itu demi Allah saya bersumpah. Jangan sumpah pocong dong, ya mungkin itu Pak Wiranto menganggap Kivlan itu hantu jadi harus sumpah hantu," kata OSO di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (27/2).
OSO memandang, saat ini Wiranto dan Kivlan sedang mengalami pertikaian yang perlu segera diselesaikan. Saat ini, kata dia, kesempatan bagi Wiranto untuk membuktikan telah menegakkan hukum secara adil.
"Saya kira berdua itu kan sedang bertikai, saya enggak tahu yang mana yang benar, saya enggak mengikuti secara pasti. Tapi penegakan hukum itu harus dilakukan," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, Wiranto mengungkapkan keberaniannya untuk melakukan sumpah pocong atas tudingan terlibat dalam kerusuhan 1998, dan berperan meminta Soeharto turun dari kuasanya. Ia menganggap sumpah itu guna memperjelas siapa dalang di balik kisruh 1998.
"Saya berani, katakanlah untuk sumpah pocong, dibilang 1998 itu yang menjadi bagian dari kerusuhan itu saya, Prabowo, Kivlan Zein. Sumpah pocong kita, siapa yang sebenarnya dalang kerusahan, biar terdengar di masyarakat. Biar jelas, jangan asal tuduh," kata Wiranto, (26/2).
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan