News
·
24 Januari 2020 21:01

OSO: Para Pencipta Riak Politik Telah Hengkang dari Hanura

Konten ini diproduksi oleh kumparan
OSO: Para Pencipta Riak Politik Telah Hengkang dari Hanura (50189)
Ketua Umum Oesman Sapta Odang (OSO) di penutupan Munas Hanura. Foto: Paulina Herasmarindar/kumparan
Partai Haruna telah mengukuhkan kepengurusan DPP partai periode 2019-2024. Ketum Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) menyebut pihaknya telah melewati sejumlah dinamika yang mengganggu kondisi internal partai.
ADVERTISEMENT
"Partai kita telah melewati berbagai dinamika organisasi. Para pencipta riak-riak politik yang mengganggu rumah tangga sendiri pun telah hengkang dari partai ini," kata OSO di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (24/1).
OSO menyebut, pihaknya telah memaafkan orang-orang yang membuat kegaduhan dalam Hanura. Setelah itu, kata dia, partainya melakukan evaluasi agar bisa membangkitkan kembali partai saat munas Desember 2019 lalu.
OSO: Para Pencipta Riak Politik Telah Hengkang dari Hanura (50190)
Ketua Umum Oesman Sapta Odang (OSO) di penutupan Munas Hanura. Foto: Paulina Herasmarindar/kumparan
"Sebagai warga negara yang berketuhanan yang Maha Esa, kita telah memaafkan mereka. Kita telah selesai melakukan evaluasi internal, kritik otokritik pun telah kita lakukan dengan sepenuh hati," tutur OSO.
"Kita telah lulus dari ujian yang ada. Sudah tidak ada lagi politik menjegal teman seiring, apalagi politik menggunting dalam lipatan," imbuhnya.
Ia pun mengapresiasi seluruh kader partai yang berhasil melalui seluruh masalah yang terjadi di internal.
ADVERTISEMENT
"Kebanggaan saya bukan karena saya terpilih secara aklamasi sebagai ketum sekaligus formatur tunggal, bukan. kebanggaan itu muncul karena sebagai kader Hanura, kita semua telah berhasil menjaga hati nurani dan menjaga kedewasaan dalam politik," ucap OSO
Lebih lanjut, ia menyebut kepengurusan yang telah dibentuk merupakan tim pimpinan yang sudah lama ia dambakan. OSO ingin partainya memulai dari awal peran memajukan Indonesia.
"Kepengurusan yang telah terbentuk saat ini adalah dream team Partai Hanura yang solid dan dream team anak bangsa yang ingin majukan indonesia, dream team yang akan benahi diri mulai dari nol, dari awal kembali," pungkasnya.
Hanura sebelumnya sempat terpecah akibat konflik antara OSO dengan pendiri partai Wiranto.Bahkan, akibat konflik tersebut, Wiranto tak diundang saat munas di Hotel Sultan, Jakarta Pusat.
ADVERTISEMENT
"Di publik saya (dianggap) berseteru dengan Pak OSO. Enggak pernah ada ketua umum berkonflik dengan Ketua Dewan Pembina. Tetapi ini saya sangat menyesal," kata Wiranto saat konpers 'Penyelamatan Partai Hanura' di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta, Rabu (18/12)
Perseteruan keduanya sebenarnya berawal dari Munaslub 2016 silam di Bambu Apus. Saat itu, menurut Wiranto, ada campur tangan dirinya dalam pemilihan OSO sebagai Ketum.
Namun, seiring berjalannya waktu, menurut Wiranto, OSO sudah melanggar komitmen lama sebelum ia menhyerahkan partai. Salah satunya adalah menjadikan Wiranto sebagai Dewan Pembina yang punya kewenangan strategis dan OSO hanya menjabat hingga 2019.
Namun, dalam Munas 2019, OSO justru kembali terpilih secara aklamasi. Bahkan, Wiranto diminta mundur dari partai karena sudah menjabat sebagai wantimpres.
ADVERTISEMENT