News
·
24 Januari 2020 23:06

OSO Tolak Parliamentary Threshold Naik: Jangan Partai Kecil Ditinggal

Konten ini diproduksi oleh kumparan
OSO Tolak Parliamentary Threshold Naik: Jangan Partai Kecil Ditinggal (117328)
Ilustrasi gedung DPR RI. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
Ketum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) menolak usulan PDIP soal peningkatan parliamentary treshold (PT) di Pemilu 2024. OSO mengatakan, seharusnya seluruh partai membahas bersama usulan itu tanpa melupakan partai kecil.
ADVERTISEMENT
"Harus kita berunding jangan hanya partai-partai besar saja, partai yang kecil ditinggalkan, kan demokrasi itu begitu kompromi," kata OSO di JCC, Jumat (24/1).
OSO Tolak Parliamentary Threshold Naik: Jangan Partai Kecil Ditinggal (117329)
Ketua Umum Hanura, Oesman Sapta Odang di Djakarta Theatre. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
Menurut OSO, parliamentary treshold yang ideal bagi semua partai adalah 3 persen. Ia menyebut apabila parliamentary treshold dinaikkan terlalu tinggi, maka hanya sedikit partai yang dapat masuk dalam lembaga legislatif.
"Kalau saya minta 50 persen boleh enggak? Nah, jadi makanya enggak ada yang dapat," ucap dia.
OSO Tolak Parliamentary Threshold Naik: Jangan Partai Kecil Ditinggal (117330)
Oesman Sapta Odang, ketua umum Partai Hanura bertemu awak media di Jakarta, Kamis (9/8). Foto: Nugroho Sejati/kumparan
Untuk itu, ia ingin besaran parliamentary treshold rasional. Sehingga, seluruh partai memiliki kesempatan yang sama masuk ke parlemen.
"Jadi kalau semua yang dapat berilah angka yang rationable yang kira-kira semua partai bisa ikut serta," tutup dia.
Sebelumnya, PDIP mengusulkan kenaikan parliamentary treshold menjadi 5 persen. Selain itu, PDIP juga meminta penerapan parliamentary treshold dilakukan berjenjang di tingkat provinsi kabupaten/kota.
ADVERTISEMENT
Usulan itu, rupanya mendapatkan pro kontra di antara fraksi DPR. Namun, Golkar merupakan salah satu partai yang mendukung kenaikan PT, dan malah mengusulkan 7,5 persen.