kumparan
22 Agu 2018 13:07 WIB

PA 212: Kami Dukung Prabowo-Sandi dengan Syarat Kontrak Politik

Habib Novel di Polda Metro Jaya. (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)
Persaudaraan Alumni (PA) 212 menyambut positif sikap kubu Prabowo - Sandi yang membuka pintu bagi para ulama bergabung menjadi timses. Namun Juru Bicara PA 212 Habib Novel Chaidir Bamukmin mengatakan harus ada kontrak politik antara PA 212 dan Prabowo - Sandi sebelum dukungan resmi diberikan.
ADVERTISEMENT
Kontrak politik yang dimaksud Habib Novel antara lain penyelesaian kasus kriminalisasi ulama hingga penistaan agama oleh Sukmawati Soekarnoputri dan Viktor Laiskodat. Keputusan PA 212 akan mendukung Prabowo-Sandi juga sambil menunggu Ijtima ulama II digelar.
"Kita menunggu ijtima 2. Karena banyak PR, kita harus minta kontrak politik Prabowo, kasus kriminalisasi ulama harus dituntasin, penistaan agama (oleh) Sukma, Viktor Laiskodat, harus dituntaskan. Lalu masalah ekonomi sosial politik, budaya kita minta mereka, ini kontrak politik," kata Novel kepada kumparan, Rabu (22/8).
Habib Novel mengatakan, selain kontrak politik harus ada evaluasi dari hasil ijtima pertama di ijtima ulama II. Evaluasi tersebut perlu agar PA 212 bisa menentukan sikap apakah mendukung Prabowo - Sandi di Pilpres 2019 atau tidak.
ADVERTISEMENT
Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (13/8/2018). (Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
"Sesuai (atau) enggak sesuai (ijtima I) harus ada lagi ijtima, baru kita punya sikap. Insyaallah, PA 212 untuk jadi timses bisa," terang Novel lagi.
Dalam upaya menggandeng ulama, Prabowo - Sandi memang akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Agama di dalam struktur timses. Ketua Tim Pemenangan Prabowo - Sandi Djoko Santoso mengatakan Satgas Agama salah satunya akan diisi oleh ulama-ulama dari GNPF Ulama.
"Namanya Satgas Agama, ya (GNPF Ulama) pasti masuk," kata Djoko usai mengadakan pertemuan di Kantor DPP Gerindra, Senin (20/8).
Meski begitu, Djoko enggan merinci siapa saja tokoh yang akan masuk satgas tersebut, termasuk saat ditanya apakah Imam Besar FPI Rizieq Syihab akan masuk ke dalam tim pemenangan. "Saya tidak bersedia untuk mengumumkan. Karena nanti kalau terjadi perubahan kan enggak bagus," tutur Djoko.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan