PAN DKI soal Gaduh Interpelasi: Jangan Merasa Lebih Senior, Halalkan Segala Cara

29 September 2021 13:53
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
PAN DKI soal Gaduh Interpelasi: Jangan Merasa Lebih Senior, Halalkan Segala Cara (35440)
searchPerbesar
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan beserta jajaran Pemprov DKI Jakarta menghadiri rapat paripurna DKI Jakarta dalam rangka Peringatan HUT ke-494 Jakarta. Foto: Pemprov DKI Jakarta
DPRD DKI Jakarta tengah gaduh soal hak interpelasi Formula E terhadap Gubernur Anies Baswedan. Paripurna hak interpelasi batal karena hanya dihadiri 2 fraksi, PDIP dan PSI. Sementara 7 fraksi lainnya absen karena merasa ada cacat prosedural.
ADVERTISEMENT
Terkait polemik ini, politikus PAN sekaligus Wakil Ketua DPRD DKI, Zita Anjani, meminta semua anggota dewan untuk saling menghargai dan jangan menghalalkan segala cara demi kepentingan pihak tertentu.
“Interpelasi ini gaduh. Ayolah saling belajar menghargai, DPRD ini kan institusi terhormat yang sifatnya kolektif kolegial. Tidak boleh ada 1 pihak yang merasa lebih senior sampai menghalalkan segala cara.” ucapnya kepada wartawan, Rabu (29/9).
PAN DKI soal Gaduh Interpelasi: Jangan Merasa Lebih Senior, Halalkan Segala Cara (35441)
searchPerbesar
Wakil Ketua DPRD DKI, Zita Anjani. Foto: Dok. Partai Amanat Nasional
Zita tak menjelaskan siapa satu pihak yang merasa lebih senior itu, namun yang jelas ia meminta semua pihak menghargai penolakan 7 fraksi terhadap hak interpelasi Formula E dan tak hadir dalam paripurna.
“7 fraksi ini menolak, tolong dihormati. Warga DKI juga ngerti hitung-hitungan politik kok. Kan jelas 7 fraksi ini jumlahnya lebih banyak. Kalau ada pihak-pihak yang tetap ngotot, ini justru tidak menghargai proses demokrasi yang ada di DPRD,” jelasnya.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Zita juga membantah adanya kepentingan antara 7 fraksi yang menolak hak interpelasi dengan Anies. Ia meminta persoalan ini segera diakhiri, sebab hal yang seharusnya menjadi fokus bersama adalah kondisi warga DKI yang sedang kesusahan akibat pandemi COVID-19.
“Masa 7 fraksi dikatain parlemen jalanan, dituduh dikasih uang sama gubernur. Itu jahat sekali lah. Saya sebagai salah satu unsur pimpinan perempuan, mengajak ayolah jangan gaduh! Kasihan warga jakarta itu, kita pertontonkan dengan hal-hal seperti ini. Wakil rakyat harusnya hadir di tengah kegelisahan masyarakat. Ini zaman lagi susah, ekonomi susah, pangan susah, ayo berempati” pungkasnya.
PAN DKI soal Gaduh Interpelasi: Jangan Merasa Lebih Senior, Halalkan Segala Cara (35442)
searchPerbesar
Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan menyerahkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban 2020 dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (19/4). Foto: Dok. Humas Pemprov DKI
Hak interpelasi diusung Fraksi PDIP yang berjumlah 25 anggota dan Fraksi PSI yang berjumlah 8 anggota. Jika dijumlah, terdapat 33 anggota yang mendukung adanya hak interpelasi. Namun, 7 fraksi lain yang beranggotakan lebih dari setengah anggota DPRD DKI memutuskan untuk tidak hadir dalam paripurna.
ADVERTISEMENT
7 fraksi yang menolak hak interpelasi pun melaporkan Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi ke Badan Kehormatan (BK) terkait pelanggaran surat undangan No. 742/-017.78 mengenai Rapat Paripurna DPRD Provinsi DKI Jakarta, Senin (27/9).
PAN DKI soal Gaduh Interpelasi: Jangan Merasa Lebih Senior, Halalkan Segala Cara (35443)
searchPerbesar
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi menghadiri sidang dengan terdakwa korupsi bansos se-Jabodetabek tahun 2020 Juliari Batubara di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (28/4/2021). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO
Dalam surat undangan Badan Musyawarah (Bamus) itu, tidak ada agenda pembahasan jadwal paripurna hak interpelasi Formula E, namun Prasetyo memasukkannya.
Prasetyo dianggap telah melanggar aturan. Sebab, sebuah jadwal paripurna bisa ditetapkan melalui mekanisme Bamus sesuai agenda yang telah ditetapkan, bukan agenda sisipan yang langsung disahkan.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020