News
·
8 Desember 2020 12:07

PAN Dukung Komnas HAM Selidiki Insiden 6 Pengawal Rizieq Ditembak Mati

Konten ini diproduksi oleh kumparan
PAN Dukung Komnas HAM Selidiki Insiden 6 Pengawal Rizieq Ditembak Mati (295042)
Anggota Komisi IX DPR, Fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay Foto: Dok. Pribadi
Enam pengawal Imam Besar FPI Habib Rizieq tewas dalam insiden baku tembak dengan aparat kepolisian pada Senin (7/12) dini hari. Komnas HAM pun telah membentuk tim pemantauan dalam menyelidiki insiden tersebut.
ADVERTISEMENT
Menanggapi itu, Ketua DPP PAN Saleh Daulay menyayangkan terjadinya insiden tersebut. Dia pun meminta kasus itu didalami karena adanya dua versi kejadian berbeda yang disampaikan Polri dan FPI.
"Saya dengar kasus ini melibatkan aparat kepolisian dan anggota FPI. Siapa saja yang terlibat dan bagaimana kejadiannya masih perlu didalami. Apalagi ada dua versi cerita di balik kejadian ini. Ini yang saya sebut sebagai ranah hukum," kata Saleh kepada wartawan, Selasa (8/12).
Dia pun mendukung langkah Komnas HAM membentuk tim khusus untuk melakukan penyelidikan. Saleh berharap tim ini dapat memberikan penjelasan kepada publik.
"Saya dengar sudah ada beberapa lembaga yang mau mengusut dan mendalami kejadian ini. Kita tentu mendukung inisiatif Komnas HAM yang ingin membentuk tim pemantauan dan penyidikan," kata dia.
ADVERTISEMENT
"Semoga hasil kerja Komnas HAM ini dapat memberikan penjelasan kepada publik terkait duduk persoalan yang sebenarnya," sambungnya.
Lebih lanjut, Plh Ketua Fraksi PAN DPR itu mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi dengan pemberitaan di seputar insiden tersebut. Pasalnya, kata dia, insiden seperti ini potensial dan kerap dijadikan sebagai alat untuk mengadu domba kelompok tertentu di masyarakat.
Sebelumnya, Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam mengatakan tim yang dibentuk sudah bekerja dengan mendalami informasi dari sejumlah pihak terkait penembakan itu.
"Komnas HAM melalui pemantauan dan penyelidikan telah membuat tim. Saat ini sedang mendalami informasi untuk memperdalam berbagai informasi yang beredar di publik," kata Choirul, Senin (7/12).