kumparan
News7 November 2019 11:21

PAN Kritik Menag di Rapat DPR: Seolah-olah Cadar dan Cingkrang Radikal

Konten Redaksi kumparan
PTR, Menag Fachrul Razi rapat perdana dengan komisi VIII
Menteri agama Fachrul Razi rapat perdana dengan komisi VIII DPR, Jakarta, Kamis (7/11/2019). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
Menteri Agama Fachrul Razi hadir dalam rapat kerja perdana dengan Komisi VIII di DPR. Dalam rapat kerja perdana ini, Komisi VIII menyinggung soal pernyataan Fachrul terkait celana cingkrang dan radikalisme yang ramai diperbincangkan beberapa waktu terakhir.
ADVERTISEMENT
Hal tersebut disinggung oleh Ketua Komisi VIII asal Fraksi PAN, Yandri Susanto di pembukaan rapat.
"Nah, isu aktual ini saya kira publik dan kita semua sudah banyak mendengar, menyimak, membaca di media online dan TV, dan grup-grup WA. Ada beberapa pernyataan Pak Menteri yang saya kira penting untuk konfirmasi langsung di forum terhormat ini," kata Yandri di gedung DPR, Jakarta, Kamis (7/11).
PTR, Suasana rapat perdana Menteri Agama Fachrul Razi dengan komisi VIII DPR
Suasana rapat perdana Menteri Agama Fachrul Razi dengan komisi VIII DPR. Foto: Efira Tamara Thenu/kumaran
"Misalnya bagaimana Pak Menteri menyatakan bahwa cadar dan celana cingkrang perlu diatur sedemikian rupa terutama di ASN," lanjutnya.
Dia menilai, apa yang disampaikan oleh Fachrul merupakan hal yang keliru. Menurutnya, tidak tepat jika mengkategorikan masyarakat yang memakai cadar dan celana cingkrang sebagai radikal.
"Tangkapan kami, Pak Menteri, mohon maaf kalau kami keliru, bahwa dalam agenda deradikalisasi di Kemenag seolah-olah cara berpikir orang itu ada garis lurus dengan cara berpakaian, Pak. Nah itu menjadi pro kontra yang sangat tinggi," tuturnya.
ADVERTISEMENT
Dia mengatakan kontroversi pernyataan Fachrul perlu diselesaikan secepatnya, dan diganti dengan bahasan dan isu yang lebih konstruktif dan produktif di masyarakat.
Menag Fachrul Razi rapat perdana dengan komisi VIII
Menteri agama Fachrul Razi rapat perdana dengan komisi VIII DPR, Jakarta, Kamis (7/11/2019). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
"Menurut kami terlalu dini, Pak, dan terlalu mensimpelkan masalah, cara berpakaian orang, cadar, cingkrang, blue jeans, dan sebagainya itu disangkut pautkan dengan perilaku orang, Pak, apalagi dengan radikal. Oleh karena itu, penting kita menyelesaikan persoalan pro kontra ini sehingga energi yang besar kita pindahkan pada hal-hal konstruktif dan produktif," ujarnya.
Menurutnya, Fachrul sebagai menteri harus berhati-hati dalam berucap, apalagi menghakimi masyarakat secara sepihak. Yandri juga menegaskan radikalisme tidak ada hubungannya sama sekali dengan cara berpakaian seseorang.
"Kalau kita lihat Bom Thamrin itu pakai blue jeans, Pak. Di New Zealand yang nembaki masjid itu pakaian milenial. Kelompok kriminal bersenjata di Papua itu bukan celana cingkrang yang membunuh tentara dan sipil. Menyimpulkan celana dan cingkrang adalah radikal perlu kita kaji lebih jauh," tutupnya.
ADVERTISEMENT
Saat ini rapat masih berlangsung.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan