kumparan
5 Maret 2019 15:15

PAN Targetkan 10 Persen Suara di Pileg 2019

Deklarasi Eep Saefulloh Fatah jadi cawapres.
Konsultan politik Eep Saefulloh Fatah. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Konsultan politik Eep Saefulloh Fatah menilai PAN tidak perlu terlalu khawatir menghadapi parliamentary threshold di Pileg 2019 mendatang. Sebab, dalam survei yang dirilis PolMark Indonesia, PAN sudah melewati ambang batas parlemen dengan suara 5,9 persen.
ADVERTISEMENT
"PAN enggak lolos parliamentary threshold itu dibantah oleh hasil (survei) di 73 dapil ini, tapi ada ambang batasnya, ini bukan angka absolut. Jadi, 5,9 persen bagi PAN atau yang lain bisa lebih tinggi atau kurang," kata Eep di Hotel Mercure Surabaya, Selasa (5/3).
Dalam hasil survei yang dirilis PolMark di 73 dapil, elektabilitas PAN mencapai 5,9 persen. Di pulau Jawa, PAN memperoleh 4,3 persen, di Sumatera 9,2 persen, dan di Kalimantan, Sulawesi, Bali-Nusra, Maluku, serta Papua total PAN mendapatkan suara 8,0 persen.
PAN masuk dalam deretan partai yang menurut PolMark berpotensi lolos ambang batas parlemen bersama PDIP, Gerindra, Golkar, PKB, Demokrat, NasDem, PKS, dan PPP. Sementara partai yang kemunginan akan gagal adalah Perindo, Hanura, PSI, PBB, Berkarya, PKPI, dan Garuda.
ADVERTISEMENT
Menanggapi hal tersebut, Sekjen PAN Eddy Soeparno menyebut pihaknya akan bekerja lebih keras untuk melampaui angka survei tersebut. Menurutnya, PAN tengah mematok target dua kali lipat hasil survei, sebesar 10 persen.
Sekjen PAN, Eddy Suparno, Konferensi Pers Juru Kampanye, Sekjen Partai Koalisi Prabowo-Sandiaga di Posko Pemenangan PAN
Sekjen PAN, Eddy Suparno, Selasa (4/9). Foto: Nugroho Sejati/kumparan
"Kami harus bekerja ekstra keras, menjelang pencoblosan itu bisa berubah. Saya sendiri akan mengimbau kepada kader PAN untuk tidak henti-hentinya sosialisasi di dapil, tidak boleh pulang ke rumah, hidupnya sekarang di dapil," ucap Eddy.
"Target kita dua digit, artinya 10 persen di parlemen, 58 kursi mudah-mudahan bisa melampaui," imbuhnya.
Selain itu, menurut Eddy, PAN juga akan menerapkan strategi tambahan untuk mendulang suara. Termasuk dengan menggunakan strategi door to door dan menggalakkan alat peraga kampanye (APK).
"Menyapa masyarakat, door to door, kampanye itu adalah paling efektif. Masyarakat memilih caleg yang dekat dengan warga. APK boleh dengan alat peraga," pungkasnya.
ADVERTISEMENT
Survei tersebut digelar dengan metode multistage random sampling pada periode Oktober 2018 hingga Febaruari 2019 di 73 dapil dengan 32.560 responden. Margin of error survei mencapai 4,8 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan