News
·
12 Oktober 2020 17:27

Pandemi Corona Pukul Bisnis Penyewaan Toilet, Tapi Masih Bisa Bertahan

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Pandemi Corona Pukul Bisnis Penyewaan Toilet, Tapi Masih Bisa Bertahan (737975)
Toilet portabel disiapkan bagi massa. Foto: Aria Pradana/kumparan
Sebelum wabah corona menyebar ke berbagai wilayah Indonesia, perhelatan acara besar sudah menjadi kegiatan yang biasa. Panggung-panggung hiburan silih berganti di sejumlah kota.
ADVERTISEMENT
Acara itu tentu menjadi ladang penghasilan bagi pengusaha penyewaan toilet portable. Akan tetapi, semuanya berubah secara drastis semenjak corona melanda.
“Yang nyewa biasanya 90 persen EO [Event Organizer], sisanya kadang ada orang kawinan di rumah atau orang meninggal,” ujar Andri Wibowo Susilo, pengusaha penyewaan toilet portable asal Surabaya, kepada kumparan, Senin (12/10).
Pria berumur 44 tahun itu menambahkan, setiap tahun ia biasanya bisa mendapatkan pesanan dari kurang lebih seribu acara di seluruh Indonesia. Gara-gara pandemi corona, ia mengalami penurunan hingga 70 persen.
“Turun banyak, [hanya] 30-40 persen sisanya, kalau September mulai ada event. Tapi April, Mei, Juni, babak belur,” tambahnya.
Untuk memasarkan jasanya, ia memberikan harga dengan rata-rata Rp 2-3,5 juta per unit per hari. Ongkos itu sudah termasuk biaya penjaga dan pembersihan. Meski begitu, harga itu bisa berganti tergantung lokasi dan tipe toilet portable.
ADVERTISEMENT
Andri sudah satu dekade menyewakan toilet portable ke acara-acara besar. Mulai dari event olahraga, kemah, hingga konser musik. Meski begitu, ia mengaku jarang untuk menyanggupi acara untuk demonstrasi.
“Jarang sekali. Kalau toh ada sedikit, enggak berani juga kalau gede [demonya],” ujarnya.
Kini, Andri masih memperkerjakan sekitar 50-60 orang karyawan untuk usahanya.
"Enggak ada [dukanya] bisnis ini seperti punya rumah makan, karena corona, jadi berat," pungkasnya.