kumparan
2 Desember 2019 11:15

Panitia Bicara soal Munculnya Spanduk 'Rindu Khilafah' di Reuni 212

Reuni 212, Spanduk bertuliskan Khilafah, POTRAIT
Seorang peserta Reuni 212 membawa spanduk bertuliskan rindu khilafah. Foto: Andesta Herli Wijaya/kumparan
Massa Reuni 212 hadir dengan berbagai atribut, Mulai dari bendera tauhid, umbul-umbul organisasi Islam hingga spanduk berisi berbagai aspirasi.
ADVERTISEMENT
Salah satu spanduk berwarna putih berukuran 2x3 meter mencuri perhatian. Spanduk tersebut terbentang di tengah-tengah lautan massa reuni, bertuliskan ‘Santri Rindu Khilafah’.
Spanduk itu tampak berada cukup jauh dari depan panggung utama. Ia tak terikat pada tiang bambu yang tertancap ke tanah.
Beberapa peserta Reuni 212 pun bahkan ada yang sampai berfoto dengan background spanduk tersebut.
Terkait spanduk khilafah di tengah-tengah massa Reuni 212, Ketua PA 212 Slamet Ma’arif menegaskan hal itu bukan dari panitia.
“Ya Itu kan mungkin dari sekian juta orang paling-paling orang yang memasukkan ke dalam tas. Kan tidak mungkin kita lihat satu-per satu," ungkap Slamet usai Reuni 212 di Monas, Senin (2/12).
Reuni 212, Spanduk bertuliskan Khilafah
Seorang peserta Reuni 212 membawa spanduk bertuliskan rindu khilafah. Foto: Andesta Herli Wijaya/kumparan
Namun, kata Slamet, panitia sebelumnya telah mengimbau agar peserta membawa atribut bendera putih dan ormas saja. Sebab, Reuni 212 ini, lanjut dia, menjunjung tinggi nilai persatuan Indonesia.
ADVERTISEMENT
"Tapi yang jelas kita sudah keluarkan maklumat. Kita keluarkan aturan aksi hari ini bawa bendera putih, bawa bendera ormas masing-masing," jelas dia.
"Betul-betul kita menjaga nilai-nilai kesatuan,” ungkap Slamet ditemui seusai acara," tutup Slamet.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan