News
·
29 Mei 2020 13:29

Panitia Diskusi 'Pemecatan Presiden': Bukan Makar, Kami Tak Ditunggangi Politik

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Panitia Diskusi 'Pemecatan Presiden': Bukan Makar, Kami Tak Ditunggangi Politik (283406)
Poster diskusi komunitas di FH UGM saat belum diganti judul. Foto: Dok. Istimewa
Constitutional Law Society (CLS) atau Komunitas Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar diskusi bertajuk 'Persoalan Pemecatan Presiden di Tengah Pandemi Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan'.
ADVERTISEMENT
Judul acara tersebut kemudian diubah menjadi 'Meluruskan Persoalan Pemberhentian Presiden Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan'.
Tak pelak acara yang digagas para mahasiswa hukum UGM itu menuai polemik. Beredar kabar pula bahwa ada indikasi makar dalam diskusi tersebut.
Panitia Diskusi 'Pemecatan Presiden': Bukan Makar, Kami Tak Ditunggangi Politik (283407)
Klarifikasi panitia diskusi komunitas di FH UGM. Foto: Instagram @clsfhugm
Presiden CLS UGM, Aditya Halimawan, membantah bahwa diskusi ini ada kaitan dengan makar. Adit, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa diskusi murni bersifat akademis tanpa ditunggangi agenda politik mana pun.
"Tidak benar makar. Karena seperti klarifikasi kami, kami bersifat akademis, kami tidak ditunggangi politik mana pun maupun agenda politik mana pun," kata Adit dihubungi kumparan, Jumat (29/5).
Penggantian judul, lanjut dia, dilakukan pihaknya untuk meluruskan persepsi di masyarakat. Mereka mengaku adanya kesalahan dalam pemilihan diksi yang tidak sesuai Undang-Undang Dasar.
ADVERTISEMENT
"Nah, kami mengganti itu supaya kami meluruskan sesuai dengan Undang-Undang Dasar. Karena kacamata yang kami gunakan hukum ketatanegaraan sebagaimana komunitas kami," katanya.
Adit menjelaskan panitia masih mengupayakan diskusi yang digelar secara daring pada pukul 14.00 WIB itu bisa dilaksanakan. Pihaknya hingga saat ini masih terus berkoordinasi dengan narasumber.
"Kami akan mengusahakan tetap berlangsung. Itu tidak benar (dibatalkan diskusinya) tetapi terkait penyelenggaraan masih kami koordinasikan dengan narasumbernya," ujar Adit.
***
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.
***
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona