kumparan
17 Apr 2019 22:05 WIB

Pantau Pemilu 2019, Rusia Nilai Penyelenggaraan Berjalan Transparan

Ilustrasi Surat Suara Pemilu 2019. Foto: ANTARA FOTO/M Agung Rajasa
KPU mengundang sejumlah negara sahabat untuk ikut memantau Pemilu 2019 melalui program Election Visit Program (EVP). Dari program tersebut, sebanyak 33 negara, 39 kedutaan besar, dan beberapa NGO luar negeri maupun LSM dalam negeri telah menjadi peserta pemantau pemilu.
ADVERTISEMENT
Rusia menjadi salah satu negara sahabat yang diundang KPU untuk memantau Pemilu 2019. Setelah melakukan pemantauan, Rusia mengucapkan terima kasih kepada KPU atas kesempatan yang diberikan.
"Atas nama pihak Rusia, kami mengucapkan terima kasih yang paling ikhlas kepada KPU dan Bapak Arief Budiman (Ketua KPU) atas kesempatan tadi menyaksikan pesta demokrasi di Indonesia. Dari Rusia yang hadir sebagai pengamat pemilu ada perwakilan KPU Russia ada 2 orang ada juga 2 orang dari kedutaan Rusia dan 1 media," kata salah satu pemantau pemilu dari Rusia, Veronica, di Hotel Ritz Charlton, Jakarta Selatan, Rabu (17/4).
Veronica pun memuji KPU yang dianggap sukses menjalankan Pemilu 2019. Rusia juga menegaskan penyelenggaraan Pemilu 2019 sudah sangat transparan.
Ilustrasi pemungutan suara atau TPS Foto: Hendra N/Antara
"Tadi kita sempat menyaksikan pemungutan suara di lapas narkoba ini juga sangat menarik untuk kami dan kami lihat bahwa memang dilakukan secara sangat teratur dan secara sangat terbuka," ucap Veronica.
ADVERTISEMENT
"Juga kita saksikan pemungutan suara di salah satu TPS lokal di mana masyarakat umum juga memperlihatkan minat yang sangat tinggi untuk berpartisipasi," lanjutnya.
Veronica mengakui penghitungan suara secara terbuka itu merupakan contoh yang baik untuk menjaga suara rakyat benar-benar dihitung. Sebab seluruh masyarakat dapat mengamati proses penghitungan suara.
"Ada juga saya lihat masyarakat yang menjaga supaya itu dihitung secara benar-benar. Di tempat yang kami lihat juga tidak ada kerusuhan," tutur Veronica.
Di tempat yang sama, Ketua KPU Arief Budiman berharap dengan kegiatan dapat membuka penilaian negara lain mengenai situasi dan kondisi pemilu di Indonesia yang cukup kompleks.
Ketua KPU Arief Budiman saat Apel Patroli Pengawasan Bawaslu. Foto: Nugroho Sejati/kumparan
KPU berharap dengan adanya program pemantauan ini menjadi penegasan bahwa penyelenggaraan pemilu di Indonesia berjalan dengan sangat transparan.
ADVERTISEMENT
"KPU berharap acara diplomatik ini dapat memberikan wawasan pemilu di Indonesia. Kehadiran dubes dari negara tetangga dapat memberikan peluang besar terhadap masukkan pemilihan serentak," ucap Arief.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan