kumparan
1 April 2019 7:55

Partai Erdogan Klaim Menang di Istanbul, Namun Kalah di Ankara

Suasana Pemilu Daerah di Turki. Foto: Reuters/Murad Sezer
Turki menggelar pemilihan kepala daerah pada Minggu (31/3). Partai Pembangunan dan Keadilan (AKP) yang juga merupakan partai dari Presiden Recep Tayyip Erdogan mengklaim meraih kemenangan dalam pemilihan wali kota Istanbul.
ADVERTISEMENT
"Kami telah memenangkan pemilihan di Istanbul. Kami berterima kasih kepada penduduk Istanbul atas mandat yang telah mereka berikan kepada kami," kata Binali Yildirim yang merupakan mantan perdana menteri dan juga loyalis Erdogan, Senin (1/4).
Dikutip dari AFP, berdasarkan hasil penghitungan suara, Partai AKP meraih suara sebanyak 48,71 persen. Sementara partai oposisi CHP, Ekrem Imamoglu meraih sebesar 48,65 persen suara. Hingga saat ini jumlah suara yang dihitung mencapai 98 persen.
Dalam kesempatan terpisah, Imamoglu menolak klaim kemenangan AKP yang disampaikan Yildirim. Imamoglu masih menunggu proses penghitungan suara selesai.
"Saya tahu bagaimana memberi selamat dan saya berharap akan diberi selamat," kata Imamoglu kepada wartawan.
Sementara di wilayah Ankara, AKP dilaporkan mengalami kekalahan dari partai oposisi. Dari 92 persen suara yang telah dihitung, AKP memperoleh suara sebanyak 47,20 persen, partai oposisi CHP meraih suara sebesar 50,62 persen.
Suasana Pemilu Daerah di Turki. Foto: Reuters/Murad Sezer
Pilkada ini merupakan pilkada pertama sejak reformasi konstitusi 2017 yang mengokohkan posisi Erdogan sebagai presiden Turki.
ADVERTISEMENT
Erdogan dan partai yang dipimpinnya, Partai Pembangunan dan Keadilan (AKP) selalu memenangkan pilkada sejak pertama kali berkuasa pada 2002. Namun kali ini, kekuasaan AKP di ibu kota terancam.
Berbagai poling menunjukkan AKP akan kalah di ibu kota Ankara. AKP juga diprediksi kalah di Istanbul, tempat Erdogan pernah memimpin sebagai wali kota.
Dia mengatakan pilkada ini adalah waktunya rakyat Turki memilih untuk bersama AKP atau partai oposisi yang disebutnya pendukung teroris. Dia mengatakan, jika Ankara direbut maka warganya "yang akan membayarnya".
Pemilu ini dilakukan di tengah nilai tukar lira yang anjlok terhadap dolar. Erdogan mengatakan penurunan ekonomi Turki akibat serangan dari Barat.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan