Pasang Surut Perolehan Suara Partai Demokrat di Pemilu 2004 hingga 2019

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Partai Demokrat Memecat Kader yang Terlibat dalam Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan. Foto: Dok. DPP Partai Demokrat
zoom-in-whitePerbesar
Partai Demokrat Memecat Kader yang Terlibat dalam Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan. Foto: Dok. DPP Partai Demokrat

Partai Demokrat kini mengisi pemberitaan politik nasional. Partai yang kini dipimpin Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ini digoyang isu kudeta oleh sekelompok orang yang merupakan kader, eks kader, dan pihak eksternal.

Sejumlah pengamat menilai isu kudeta Demokrat bakal mempengaruhi elektabilitas partai khususnya di Pemilu 2024 nanti jika AHY tak mampu mengendalikan situasi.

Bagaimana sebenarnya sepak terjang Demokrat di Pemilu legislatif?

Pileg 2004

Partai berlambang mercy dengan corak warna mayoritas biru itu pertama kali mengikuti Pemilu legislatif di tahun 2004. Saat itu Partai Demokrat dipimpin oleh Ketua Umum Subur Budhisantoso.

Hasilnya, Partai Demokrat mampu meraih 57 dari total 550 kursi di Senayan atau sekitar 7,45 persen. Demokrat bertengger di peringkat 4 peraih kursi terbanyak. Tiga besar kala itu diisi oleh: Golkar, PDIP, dan PPP.

Di tahun ini, kader Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berhasil memenangi Pilpres, saat itu berpasangan dengan Jusuf Kalla.

Pileg 2009

Di Pemilu 2009, Partai Demokrat semakin meningkat perolehan kursinya. Partai Demokrat berhasil menjadi pemenang pemilu dengan meraih 150 kursi atau 26,4 persen. Prestasi itu diraih di era Ketua umum Hadi Utomo. Golkar dan PDIP menempatai peringkat kedua dan ketiga saat itu.

Di tahun ini pula, SBY terpilih sebagai Presiden untuk periode kedua. Ia berpasangan dengan Boediono.

Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono saat pembukaan Kongres V Partai Demokrat di Jakarta. Foto: ANTARA/M Risyal Hidayat

Pileg 2014

Tahun 2014 suara Partai Demokrat anjlok dan berimbas di perolehan kursi di Senayan. Perolehan kursi Partai Demokrat terjun bebas menjadi hanya 61 kursi di Senayan.

Anjloknya suara Demokrat karena kasus korupsi yang menggoyang partai ini pada 2013. Saat itu, Ketum Demokrat Anas Urbaningrum dan beberapa petinggi partai lain tersangkut kasus korupsi dan ditangkap KPK. SBY kemudian mengambilalih posisi ketum dari Anas.

Di Pileg 2014, PDIP kembali merajai Senayan, disusul Golkar dan Gerindra.

Pileg 2019

Teranyar di Pileg 2019, perolehan kursi Partai Demokrat kembali turun, yaitu hanya mendapatkan 54 dari total 575 kursi di Senayan. Demokrat bahkan dilewati NasDem yang berhasil meraih 59 kursi. PDIP kembali menjadi pemenang Pemilu disusul Golkar dan Gerindra lalu PKB.

Pengamat Politik Gun Gun Heryanto menilai kepiawaian AHY dalam memimpin Partai Demokrat akan menjadi ujian. AHY harus membuktikan kinerjanya dengan mendongkrak perolehan suara Partai Demokrat dari Pemilu sebelumnya.

"Indikator kesuksesan nakhoda Partai itu kan bisa dilihat dari seberapa persen memenangi Pilkada di daerah, bagaimana misalnya misalnya perolehan suara di 2024. Kemudian, bagaimana misalnya artikulasi suara Partai Demokrat dalam kancah nasional melempem atau enggak," kata Gun Gun.

Kini, Partai Demokrat terus digoyang, kader yang dipecat AHY, Jhoni Allen Marbun dkk justru semakin kencang menggaungkan Kongres Luar Biasa (KLB).

Bagaimana kelanjutannya? Kita tunggu saja.