kumparan
News26 Februari 2020 11:47

Pasien Suspect Corona di Semarang Meninggal Setelah 11 Hari Pulang dari Spanyol

Konten Redaksi kumparan
Simulasi Penanganan virus Corona
Simulasi penanganan Airborne/Global Disease di RSUP dr Kariadi emarang, Kamis (30/1). Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan
Seorang pasien suspect virus corona di RSUP dr Kariadi Semarang meninggal dunia pada Minggu (23/2). Dilihat dari riwayat perjalanannya, pasien laki-laki berusia 37 tahun itu pernah bepergian ke Madrid, Spanyol.
ADVERTISEMENT
Berikut riwayat perjalanan pasien tersebut sebelum meninggal dunia.
12 Februari
Pasien memiliki riwayat perjalanan dari Spanyol transit di Dubai, UEA. Kemudian, pasien kembali ke Indonesia pada 12 Februari.
Menurut data terakhir, ada satu kasus positif virus corona di Spanyol. Sementara di UEA, ada 11 kasus.
17 Februari
Pasien mulai dirawat pertama kali pada 17 Februari di sebuah rumah sakit daerah di sebuah kota di Jateng.
19 Februari
Pasien tersebut mulai kemudan dirujuk ke RSUP dr Kariadi Semarang pada 19 Februari.
Ia awalnya masuk ke ruang isolasi IGD, kemudian dirawat di ruang isolasi ICU karena pasien membutuhkan alat bantu napas.
Selama penanganan itu pula, petugas yang menangani pasien secara langsung tidak diperbolehkan keluar masuk dari ruang isolasi untuk pengendalian dan pencegahan infeksi terhadap lingkungan sekitar.
ADVERTISEMENT
20 Februari
Pada 20 Februari 2020, RS Kariadi mengirimkan sampel swab (usap tenggorokan) pasien itu ke Puslitbangkes Kemenkes RI di Jakarta.
23 Februari
Pasien meninggal dunia. Pada saat itu, tim dokter RSUP dr Kariadi belum bisa menyimpulkan penyebab kematian pasien itu.
Sebab, sampel masih diperiksa Puslitbangkes Kemenkes.
Di tanggal ini juga pasien langsung dimakamkan. Cara pemakamannya mengikuti aturan WHO soal pasien penyakit new emerging.
Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUP dr Kariadi Semarang, Nurdopo Baskoro, menjelaskan jenazah pasien itu dimakamkan sesuai prosedur penanganan jenazah suspect virus corona.
“Sesuai prosedur penanganan jenazah pasien (new) emerging, jenazah harus tertutup rapat, dibungkus plastik dan dimasukkan ke dalam peti,” ungkap Baskoro kepada kumparan, Selasa (25/2).
Simulasi Penanganan virus Corona
Simulasi penanganan Airborne/Global Disease di RSUP dr Kariadi emarang, Kamis (30/1). Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan
24 Februari
ADVERTISEMENT
Hasil swab keluar. Pasien dinyatakan negatif virus corona. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes Anung Sugihartono menyebut, ia meninggal karena pneumonia.
"Yang bersangkutan itu meninggal bukan karena coronavirus. Karena berdasarkan hasil pemeriksaan swab (usap tenggorokan) itu negatif. Jadi dia meninggal karena gagal napas yang diakibatkan infeksi di paru-paru atau diagnosanya namanya pneumonia," kata Anung saat dihubungi, Selasa (25/2).
Lalu, Anung menjelaskan soal penyebab pneumonia sebagai cause of death pasien tersebut. Sesuai dengan apa yang disampaikan pihak RS Kariadi, lanjut dia, pneumonia itu bisa disebabkan karena tiga faktor. Bukan hanya karena virus corona.
"Yang disampaikan RS Kariadi cause of death itu karena kegagalan pernapasan karena pneumonia. Penyebab pneumonia itu bisa karena infeksi kuman, bisa karena infeksi virus, bisa karena infeksi bakteri," jelas dia.
ADVERTISEMENT
Pneunomia juga bisa disebabkan oleh HIV atau TBC, tapi hasil tes menunjukkan pasien tersebut negatif corona keduanya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan