Paulus Waterpauw Polisikan Pengacara Lukas Enembe soal Pencemaran Nama Baik

29 September 2022 20:25
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Kuasa hukum Pj Gubenur Papua Barat Paulus Waterpauw, Heriyanto di Bareskrim Polri, Kamis (29/9/2022). Foto: Jonathan Devin/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kuasa hukum Pj Gubenur Papua Barat Paulus Waterpauw, Heriyanto di Bareskrim Polri, Kamis (29/9/2022). Foto: Jonathan Devin/kumparan
ADVERTISEMENT
Penjabat (Pj) Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw resmi melaporkan pengacara Gubernur Papua Lukas Enembe, Stefanus Roy Rening ke Bareskrim Polri. Stefanus dilaporkan soal dugaan pencemaran nama baik.
ADVERTISEMENT
Laporan itu telah diterima dan teregistrasi dengan Nomor LP/B/0570/IX/2022/SPKT/Bareskrim Polri tertanggal 29 September 2022. Stefanus dituduhkan melanggar Pasal 45 Ayat 3 Juncto Pasal 27 Ayat 3 UU ITE.
"Kami melaporkan kuasa hukum Gubernur Lukas Enembe Stefanus Rening karena yang bersangkutan mengeluarkan pernyataan bahwa penetapan tersangka dari Lukas Enembe itu karena politisasi atau kriminalisasi sebagai mana diungkapkan di beberapa media pada waktu yang lalu," kata kuasa hukum Paulus, Heriyanto di Bareskrim Polri, Kamis (29/9).
Dalam laporan tersebut, Heriyanto mengaku pihaknya telah menyerahkan sejumlah barang bukti. Antara lain, rekaman konferensi pers Stefanus di beberapa media massa.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Barang bukti tadi kami bawa adalah video konferensi pers sekitar tanggal 18 atau 19 September di 2022. Itu yang beliau, mengatakan bahwa mantan-mantan polisi kalau memimpin negeri ini berbahaya," ungkap dia.
ADVERTISEMENT
"Bahwa penetapan tersangka Lukas Enembe itu karena ditolaknya pencalonan Paulus Waterpauw, dan beliau menuding ini semua skenario atau kriminalisasi atau politisasi dari mantan-mantan jenderal polisi," sambungnya.
Diberitakan sebelumnya, dalam keterangan pers pertengahan September lalu, Roy menjabarkan tuduhan korupsi ataupun gratifikasi yang dituduhkan kepada Lukas Enembe, berkaitan dengan kriminalisasi dan politisasi.
Salah satunya adalah keterlibatan 4 jenderal yang ingin mengendalikan kepemimpinan Lukas Enembe dalam memimpin Papua.
Roy menyebut nama ke-4 Jenderal itu adalah Budi Gunawan, Kepala BIN. Lalu, Tito Karnavian yang saat ini menjabat sebagai Mendagri, Ketua KPK, Firli Bahuri, dan Paulus Waterpauw yang saat ini menjabat sebagai Penjabat Gubernur Papua Barat.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·