Paus Seberat 20 Ton Ditemukan Mati di Pantai Mertasari, Bali

17 November 2020 12:54
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Paus sperma dengan berat sekitar 20 ton terdampar dan telah mati di Pantai Mertasari, Bali. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Paus sperma dengan berat sekitar 20 ton terdampar dan telah mati di Pantai Mertasari, Bali. Foto: Dok. Istimewa
ADVERTISEMENT
Para nelayan di Pantai Mertasari, Serangan, Kota Denpasar, Bali, heboh. Mereka menemukan paus sperma dengan berat sekitar 20 ton terdampar dan telah mati.
ADVERTISEMENT
Kepala Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar, Permana Yudiarso, menuturkan nelayan yang sedang mencari ikan menemukan mamalia ini, Selasa (17/11), sekitar pukul 06.00 WITA. Mereka lalu melaporkan kasus ini kepada BPSL Denpasar.
Hingga saat ini, BPSPL belum bisa mengevakuasi bangkai paus dengan panjang sekitar 10 meter tersebut. Sebab air laut masih pasang dan BPSPL masih mencari alat berat.
"Karena ini mengapung dan lama kita mengikat dia melebihi beban berat si paus itu sendiri, lebih dari 2 ton. Agak kesulitan memang mencari pemberat, tapi tim akan coba cari cara terbaik apakah ini kita akan kubur atau ditenggelamkan," kata dia.
Paus sperma dengan berat sekitar 20 ton terdampar dan telah mati di Pantai Mertasari, Bali. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Paus sperma dengan berat sekitar 20 ton terdampar dan telah mati di Pantai Mertasari, Bali. Foto: Dok. Istimewa
Dari keterangan video yang diambil di dekat paus, BPSPL menemukan ada sejumlah luka pada tubuh paus tersebut. Namun belum bisa dipastikan apa penyebab kematian paus.
ADVERTISEMENT
"Biasanya, kalau kejadian satu ekor mati seperti ini, kemungkinan besar akibat sakit atau karena pengaruh sonar, dia kan bergerak menggunakan sonar atau ketabrak. Tapi kalau dari ciri-ciri fisik yang kita temukan belum bisa kita duga penyebabnya adalah ketabrak atau dia gangguan sonar atau dia luka sakit," kata Permana.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020