News
·
15 April 2021 10:43

PDIP Bela Nadiem, Nilai Tak Ada Urgensi Kena Reshuffle

Konten ini diproduksi oleh kumparan
PDIP Bela Nadiem, Nilai Tak Ada Urgensi Kena Reshuffle (437065)
Mendikbud Nadiem Makarim berdialog dengan sejumlah kepala sekolah dan guru saat melakukan kunjungan kerja di SMK Negeri 8 Palu di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (4/11). Foto: Mohamad Hamzah/ANTARA FOTO
Isu reshuffle kabinet kian menghangat. Tenaga Ahli Utama KSP Ngabalin sempat menyebut Presiden Jokowi bakal melantik Mendikbud Ristek yang baru. Pernyataan ini memunculkan pertanyaan apakah Mendikbud Nadiem Makarim bakal kena reshuffle.
ADVERTISEMENT
Namun, sejumlah anggota DPR Fraksi PDIP menilai Nadiem Makarim harusnya dipertahankan sebagai Mendikbud Ristek.
Anggota DPR Fraksi PDIP Andreas Hugo Pareira menilai Nadiem harusnya tak kena reshuffle. Sebab, sudah banyak terobosan yang dibuat oleh Nadiem demi pendidikan di Indonesia.
"Sebagai anggota Komisi X saya melihat selama ini kinerja Nadiem Makarim bagus-bagus saja. Bahkan dengan Nadiem sedang mempersiapkan terobosan-terobosan dalam dunia pendidikan dengan Merdeka Belajar, Kampus Merdeka dan peningkatan status guru-guru honorer," kata Andreas dalam keterangannya, Kamis (15/4).
Oleh karena itu, saat ini dia menilai tak ada urgensi untuk mengganti Nadiem dari posisinya. Andreas mengatakan, apa yang sudah dikerjakan Nadiem saat ini harus dilanjutkan.
PDIP Bela Nadiem, Nilai Tak Ada Urgensi Kena Reshuffle (437066)
Anggota Komisi X Andreas Hugo Pareira Foto: Rosa Panggabean/Antara
"Saya tidak melihat urgensi dan relevansi untuk mereshuffle Nadiem," ujarnya.
ADVERTISEMENT
"Reshuffle ini tidak ada kaitan dengan kinerja menteri apalagi Mendikbud. Justru Mendikbud akan diberi tanggung jawab tambahan yaitu mengkoordinir riset pendidikan," tambahnya.
Politikus PDIP ini juga menegaskan bahwa reshuffle saat ini berkaitan dengan penggabungan Ristek ke Kemdikbud, dan pembentukan kementerian baru yaitu Kementerian Investasi.
Menurut dia, Ristek dikoordinasi di bawah BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) yang merupakan lembaga negara setingkat kementerian. Hal itu sama seperti BKPM, BNPB atau BKN. Di sisi lain, riset pendidikan oleh Perguruan Tinggi ada di bawah koordinasi Kemdikbud.
Sebelumnya, Anggota Komisi X DPR Fraksi PDIP Putra Nababan juga menilai tak ada alasan untuk mengganti Nadiem.
PDIP Bela Nadiem, Nilai Tak Ada Urgensi Kena Reshuffle (437067)
Putra Nababan dan Mendikbud Nadiem Makariem. Foto: Dok. Pribadi
"Kinerja Menteri Nadiem sejak dilantik terutama di era pandemi COVID-19 yang sudah berjalan lebih dari setahun sudah cukup baik. Banyak torehan prestasi dan terobosan penting dijalankan di masa kepemimpinannya. Apalagi Nadiem berhasil menjalankan program Nawacita jilid dua Presiden Jokowi terkait dengan pengembangan SDM yang berkualitas dan unggul bagi generasi mendatang," kata Putra.
ADVERTISEMENT
Putra juga menyebutkan sejumlah terobosan yang dibuat Nadiem. Misalnya, Merdeka Belajar yang langsung menghapus Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), mengganti Ujian Nasional (UN), melakukan penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan mengatur kembali Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).
"Menghapus UN menjadi kebijakan pertama Mas Menteri dan menggantinya dengan asesmen nasional. Dengan sistem asesmen, maka sekolah bisa melakukan evaluasi terhadap siswanya termasuk evaluasi sistem pembelajaran yang berlaku di sekolah tersebut. Ini tentunya menghapus diskriminasi yang tercipta akibat UN selama ini," ujar legislator dapil Jakarta itu.