News
·
22 Oktober 2020 15:55

PDIP di Hari Santri Nasional: Semangat Bela Negara, Hadapi Ancaman Bangsa

Konten ini diproduksi oleh kumparan
PDIP di Hari Santri Nasional: Semangat Bela Negara, Hadapi Ancaman Bangsa (534448)
Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto dalam Jumpa Pers virtual seusai pengumuman cakada tahap IV PDIP. Foto: PDIP
Sejak 2015 lalu, setiap tanggal 22 Oktober, Indonesia memperingati Hari Santri Nasional untuk mengenang perjuangan para santri di masa kemerdekaan. Di Hari Santri ini, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto berpesan agar para santri di Indonesia terus mengobarkan semangat membela bangsa dan negara.
ADVERTISEMENT
"Semangat hubbul wathan minal iman. Semangat ini terus berkobar untuk membela bangsa dan negara Indonesia menghadapi ancaman musuh yang terus mengancam keselamatan bangsa dan keamanan nasional," kata Hasto, Kamis (22/10).
Hasto menuturkan, PDIP merupakan salah satu partai yang ikut andil memperjuangkan Hari Santri yang dicetuskan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015. Surat tersebut ditanda tangani oleh Presiden Jokowi pada 15 Oktober 2015 silam.
PDIP di Hari Santri Nasional: Semangat Bela Negara, Hadapi Ancaman Bangsa (534449)
Ilustrasi santri pesantren. Foto: REUTERS/Willy Kurniawan
"Bersama dengan Nahdlatul Ulama sebagai bagian dari kesadaran sejarah dan kesadaran bela negara, serta sekaligus sebagai penghormatan atas perjuangan para santri bagi kemerdekaan Indonesia” paparnya.
Lebih lanjut, Hasto memaparkan, saat ini ancaman yang harus dihadapi santri dan bangsa Indonesia muncul dalam berbagai bentuk. Seperti ketidakadilan baru akibat kapitalisme golobal, fundamentalisme pasar, hingga ancaman ideologi trans-nasional seperti radikalisme, anarkisme, terorisme, dan adu domba dengan isu SARA.
ADVERTISEMENT
Saat ini, lanjut Hasto, muncul juga ancaman kolonialisme data, kriminal sibel, dan ancaman proxy war. Namun ia yakin, Indonesia bsia mengatasi ancaman tersebut selama persatuan nasional bisa di kedepankan.
"Dengan semangat hubbul wathan minal iman tersebut maka siapapun yang mencoba memecah belah NKRI dengan Pancasilanya, akan berhadapan dengan seluruh rakyat Indonesia," tutur Hasto.
"Selamat Hari Santri, sikap kenegarawanan, keteladanan, kekuatan moral, dan semangat untuk berbuat kebaikan bagi rakyat, bangsa dan negara terus digelorakan," pungkasnya.
****
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona