kumparan
18 September 2019 12:34

PDIP Gelar Fit and Proper Test Saring Calon Kepala Daerah se-Jatim

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menggelar fit and proper test calon kepala daerah Se-Jatim, di kantor DPP PDIP Jatim, Surabaya, Rabu (18/9/2019) Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menggelar fit and proper test calon kepala daerah se-Jatim sejak tanggal 18 September hingga 20 September 2019, di kantor DPP PDIP Jatim, Surabaya.
ADVERTISEMENT
Fit and proper test tersebut bakal diikuti oleh 130 kandidat dari 19 daerah pemilihan. 19 daerah tersebut terdiri dari Kabupaten Sumenep, Kabupaten Trenggalek, Kota Surabaya, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Blitar.
Kemudian Kota Blitar, Kabupaten Malang, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Mojokerto, Kota Pasuruan, Kabupaten Tuban, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Jember, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Gresik dan Kabupaten Kediri. Targetnya, 13 daerah harus dikuasai oleh PDIP.
Ketua DPD PDIP Jatim, Kusnadi mengatakan, dalam fit and proper test diajukan sejumlah pertanyaan seputar kesiapan dan kemampuan calon. Di antaranya pengetahuan calon tentang PDIP dan relasi calon baik dalam pekerjaan maupun pertemanan.
“Yang kita gali tentang kondisi keluarganya, kesiapan, pemahaman dia terhadap PDIP, kan tidak mungkin kita mengajak orang di luar PDIP. Tentang keluarga misalnya, anaknya berapa, kerjaannya apa,” ujar Kusnadi di ujar Kusnadi di kantor PDIP Jatim, Surabaya, (18/9).
Suasana fit and proper test calon kepala daerah Se-Jatim yang digelar PDIP, di kantor DPP PDIP Jatim, Surabaya, Rabu (18/9/2019) Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan
ADVERTISEMENT
Kusnadi menyebut, fit and proper test ini merupakan bagian dari penyaringan pertama. Kemudian, bakal ada penyaringan kedua dan rekomendasi dari DPP PDIP. Kendati demikian, Kusnadi tak memungkiri bila ada rekomendasi kandidat dari luar rekomendasi DPP.
“Tapi yang utama itu adalah dari PDIP dengan kemungkinan bahwa probabilitasnya itu menang. Nah, tapi kalau dari internal PDIP dengan probabilitas menang itu belum ada, ya, toh yang ada itu adalah dari warga masyarakat yang umum maka warga masyarakat yang umum itulah direkomendasi,” kata dia.
Kusnadi menyebut, pendaftaran calon kepala dari tersebut bersifat terbuka. Baik dari kalangan internal partai maupun di luar partai seperti ASN.
“Ada empat (inkumben) sebenarnya kalau Pak Whisnu (Whisnu Sakti Buana) ini kan dari wakil kepala daerah mau naik dari kepala daerah (Surabaya). Terus tadi ada pak Yusuf Widiatmoko Banyuwangi dari wakil kepala daerah yang sudah dua kali mau jadi kepala daerah. Jadi, ya, mereka ya tetap ikut proses itu saja dan kita perlakukan sama,” terangnya.
Pertai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menggelar fit and proper test calon kepala daerah Se-Jatim, di kantor DPP PDIP Jatim, Surabaya, Rabu (18/9/2019) Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan
“Latar belakang mereka boleh-boleh saja. Asal memenuhi syarat. Difabel tadi juga ada dari Jember,” lanjut Kusnadi.
ADVERTISEMENT
Kusnadi mengatakan seluruh biaya tes hingga survei calon tak dipungut biaya. Kata Kusnadi, ia bakal menanggung biaya tersebut.
“Ini saya biayai dulu. Supaya jangan jadi kendala. Tapi kalau sudah dapat rekomendasi balekno talah (ya, dikembalikan). Kenapa harus dikembalikan?Saya kan harus melakukan hal yang lain. Meh Rp 5 miliar rek (biayanya hampir Rp5 miliar),” ujar dia.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan