News
·
24 Februari 2021 12:27

PDIP Jabar Tak Pernah Tawari Ridwan Kamil Jadi Pimpinan Partai

Konten ini diproduksi oleh kumparan
PDIP Jabar Tak Pernah Tawari Ridwan Kamil Jadi Pimpinan Partai  (30742)
Gubernur Jabar Ridwan Kamil usai dimintai keterangan terkait kerumunan di Megamendung, di Mapolda Jabar, Rabu (16/12). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
PDIP Jabar menegaskan tidak pernah menawarkan posisi sebagai pimpinan partai di Jabar pada Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Ketua DPD PDIP Jabar Ono Surono mengatakan, jabatan pimpinan partai tak ditawarkan selain kepada kader. Adapun proses kaderisasi di partai dilakukan secara berjenjang.
ADVERTISEMENT
"PDI Perjuangan tidak pernah menawarkan sebuah jabatan kepada orang lain selain kader partai. Kenapa? PDI Perjuangan mempunyai mekanisme pengkaderan yang berjenjang dari mulai pratama, madya dan utama," kata dia melalui pesan singkat, Rabu (24/2).
Selain itu, menurut Ono, adapula mekanisme bottom up guna menjaring calon pimpinan dari kader yang berada di tingkatan paling bawah. Kemudian, dilakukan pula fit and proper test dan psikotes. Setelah itu, nantinya Ketua Umum DPP bakal melakukan penetapan pimpinan di tingkat provinsi atau kabupaten.
"Setelah itu dilakukan fit and proper test bahkan psikotes, yang akhirnya dari hasil proses tersebut Ketua Umum dan DPP Partai akan menetapkan pimpinan utama di tingkat provinsi dan kabupaten," ucap dia.
"DPD Partai akan menetapkan pimpinan utama di tingkat kecamatan dan DPC Partai akan menetapkan pimpinan partai di tingkat desa atau kelurahan atau dusun," lanjut Ono.
ADVERTISEMENT
Dengan begitu, menurut Ono, dirasa tak mungkin apabila PDIP menawarkan posisi pimpinan partai pada Ridwan Kamil. Mengingat Ridwan Kamil bukan kader PDIP.
"Sangatlah tidak mungkin PDI Perjuangan menawarkan posisi pimpinan partai kepada Ridwan Kamil," pungkas Ono.
Diketahui, Ridwan Kamil sebelumnya berujar mendapatkan tawaran untuk menjadi pimpinan partai di daerah namun tak ada tawaran yang dipenuhinya. Selain PDIP, NasDem dan Golkar juga mengaku tak pernah menawari jabatan sebagai pimpinan partai di daerah kepada Ridwan Kamil.