kumparan
search-gray
Politik18 September 2018 20:11

PDIP: Johan Budi Fokus Pencalegan, Tantangan di Dapilnya Tidak Ringan

Konten Redaksi kumparan
PDIP: Johan Budi Fokus Pencalegan, Tantangan di Dapilnya Tidak Ringan (80511)
Johan Budi Sapto Prabowo usai acara pembekalan calon legislatif PDIP di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Minggu (5/8). (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut, salah satu alasan Johan Budi mundur adalah untuk berkonsentrasi sebagai caleg PDIP di daerah pemilihan Jawa Timur VII. Sebab, dapil itu termasuk salah satu dapil 'neraka'.
ADVERTISEMENT
PDIP telah menyetujui sikap Johan Budi tersebut agar lebih optimal menjalankan penugasan sebagai caleg.
"Setelah Pak Johan Budi datang ke dapilnya. Datang ke Ngawi, datang ke Pacitan, datang ke Trenggalek. Teman-teman nanti bisa lihat kalau datang ke Pacitan, Ponorogo itu daerah yang luar biasa, tantangannya juga tidak ringan," ujar Hasto kepada wartawan, Selasa (18/9).
Beberapa nama tenar berada di dapil VII antara lain anggota DPR Budiman Sudjatmiko, putra mantan Presiden Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) hingga putri Ketua Umum Partai Perindo, Jessica Herliani Tanoesoedibjo.
PDIP: Johan Budi Fokus Pencalegan, Tantangan di Dapilnya Tidak Ringan (80512)
Anggota DPR Komisi X, Ibas Yudhoyono (kanan) di Raker Komisi X DPR RI dengan Kemenpora RI, Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (06/09/2018). (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)
Kendati demikian, Hasto belum mau mengungkap pengganti Johan Budi di posisi jubir timses, karena para sekjen parpol koalisi juga merangkap juru bicara tim kampanye nasional.
ADVERTISEMENT
"Tapi kami meyakini kalau pun tidak jadi jubir, kami meyakini setiap bertemu sosialisasi dengan rakyat, beliau akan menyampaikan penggalangan untuk mendukung Pak Jokowi-Ma'ruf," ungkapnya.
Hasto menambahkan, mundurnya Johan Budi sebagai jubir juga tidak akan berpengaruh banyak terhadap komposisi tim kampanye. Karena ada ratusan influencer yang telah dilatih untuk menyampaikan capaian, prestasi, dan visi misi program Jokowi-Ma'ruf.
"Kan kita punya banyak influencer. TKN kan kerjanya kolektif kolegial," pungkas Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf itu.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white