News
·
15 September 2021 19:34
·
waktu baca 2 menit

Pegawai KPK: Kami Tidak Duga Firli Bahuri Dkk Berani Bangkang Perintah Presiden

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Pegawai KPK: Kami Tidak Duga Firli Bahuri Dkk Berani Bangkang Perintah Presiden (16273)
searchPerbesar
Ketua Wadah Pegawai KPK, Yudi Purnomo memberi keterangan pers terkait pengembalian salah satu penyidik KPK, Kompol Rossa Purbo Bekti, di Gedung KPK, Jakarta. Foto: Nugroho Sejati/kumparan
Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo Harahap ikut angkat bicara soal pemecatan yang hendak dilakukan Firli Bahuri dkk terhadap 56 pegawai yang tidak lulus TWK. Pemecatan akan dilakukan pada 30 September 2021.
ADVERTISEMENT
Yudi merupakan salah satu yang masuk dalam daftar 56 pegawai yang akan dipecat. Ia ialah salah satu penyidik di KPK.
"Yang dilakukan oleh pimpinan KPK secara sepihak pada hari ini terhadap 56 pegawai KPK yang berintegritas, yang telah memberantas korupsi sampai detik," kata Yudi dalam keterangan pers di depan Gedung ACLC KPK, Rabu (15/9).
Pada awalnya, Yudi dan pegawai lainnya menganggap KPK akan mengikuti putusan Mahkamah Agung (MA) terkait uji materiil Perkom 1/2021. Dalam pertimbangan putusannya, MA menyatakan tindak lanjut dari hasil TWK ada di pemerintah bukan KPK.
Selain itu, Presiden Jokowi pun sudah menyatakan TWK tidak bisa serta merta dijadikan dasar pemecatan bagi pegawai KPK.
"Kami menduga bahwa pimpinan KPK akan menunggu putusan dari Presiden karena sudah ada arahan dari Presiden 75 orang pegawai KPK termasuk kami tidak boleh diberhentikan atas dasar TWK," kata Yudi.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Namun ternyata pada hari ini kami tidak menduga bahwa pimpinan KPK berani membangkang terhadap perintah Presiden. Berani memberhentikan 56 pegawai KPK," sambung dia.
Pegawai KPK: Kami Tidak Duga Firli Bahuri Dkk Berani Bangkang Perintah Presiden (16274)
searchPerbesar
Ilustrasi KPK. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
Atas dasar itu, Yudi menilai pimpinan KPK sudah secara nyata dan berani melawan perintah presiden dan hukum.
"Artinya bahwa pimpinan KPK sudah secara nyata berani untuk mempermak pemberantasan korupsi. Oleh karena itu, ini jadi momentum kita bagi rakyat indoensia bahwa pemberantasan korupsi sedang dibajak," kata dia.
Yudi mengatakan, ia dan pegawai lainnya akan melakukan konsolidasi untuk menentukan langkah yang akan ditempuh usai adanya pernyataan dari pimpinan KPK itu.
Selain itu, Yudi menyatakan pihaknya hingga saat ini masih menunggu sikap presiden Jokowi terkait dengan nasib 56 pegawai KPK yang tak lulus TWK.
ADVERTISEMENT
"Kami sampai hari ini masih menunggu masih setia dengan putusan Presiden terkait dengan memberikan arahan yang lalu bahwa tidak boleh diberhentikan. Oleh karena itu kami masih menunggu terhadap arahan Presiden Jokowi terkait 56 pegawai KPK yang (dinyatakan akan) diberhentikan pada hari ini," pungkas Yudi.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020