300-an Pelajar SMA Taruna Madani Pasuruan Unjuk Rasa soal Buruknya Fasilitas

30 Oktober 2023 12:14 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
SMAN 1 Taruna Madani. Dok: mili.id.
zoom-in-whitePerbesar
SMAN 1 Taruna Madani. Dok: mili.id.
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Sekitar 300 pelajar SMAN 1 Taruna Madani, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, berunjuk rasa terkait buruknya fasilitas, Senin (30/10). Mereka juga curiga adanya korupsi.
ADVERTISEMENT
"Pembayaran elit fasilitas sulit" demikian tulisan dalam poster yang dibentangkan pelajar.
Ada juga poster bertuliskan, "Korupsi kok terang-terangan".
Demo pelajar SMAN 1 Taruna Manadi. Dok: mili.id.
Para siswa program reguler menggelar demo di halaman depan sekolah, sementara siswa program taruna-taruni melangsungkan demo di area dalam sekolah.
Salah seorang siswa yang enggan disebutkan namanya mengatakan unjuk rasa di dalam sekolah ini mengusung beberapa permasalahan.
Yakni, fasilitas air yang buruk bahkan sampai mati, voltase listrik rendah, fasilitas makanan untuk taruna yang buruk bahkan sampai ada yang basi, hingga dugaan terjadinya praktik korupsi.
"Fasilitas siswa reguler sangat buruk, wastafel tidak keluar air, korupsi juga, tapi dugaan korupsi masih dibicarakan di dalam kantor. Selain itu makanan siswa taruna sangat tidak layak, tidak higienis hingga ada belatungnya, air untuk mandi juga keruh," terang siswa pendemo yang tidak mau disebutkan namanya.
ADVERTISEMENT
Dalam demo tersebut, para siswa juga menyoroti pihak sekolah yang tidak mendukung kegiatan ekstrakulikuler.
"Banyak kegiatan ekstra tidak didukung sehingga pakai biaya sendiri. Saya ekstra robotik itu dari awal sampai akhir tidak dibiayai sekolah sama sekali. Banyak anak futsal yang tidak difasilitasi saat turnamen-turnamen futsal di luar kota. Itu tidak memakai fasilitas sekolah," ujar mereka.
Ketidakberpihakan baik terkait fasilitas dan kegiatan ekstra itu pun membuat para siswa curiga. Sebab, saat setiap pembayaran daftar ulang sekolah, selalu tertera biaya untuk ekstrakulikuler.
"Selama ini ada dana bos juga, tapi kami masih ditarik SPP berkedok infak. Bervariatif, ada yang Rp 100 ribu sampai Rp 180 Ribu. Memang ada yang gratis, seperti anak yatim," ujarnya.
ADVERTISEMENT

Kata Pihak Sekolah

Demo pelajar SMAN 1 Taruna Manadi. Dok: mili.id.
Abdul Rohman, Humas SMAN 1 Taruna Madani Jawa Timur, menerangkan jika terkait problem kualitas buruk makanan siswa taruna, para perwakilan wali murid sudah melangsungkan rapat dan telah memperoleh win-win solution.
"Nanti itu ada pemantauan wali murid dan komite," kata Abdul.
Terkait tidak adanya support dana bagi ekstrakulikuler dari sekolah, Abdul Rohman pun membenarkan terkait hal itu.
"Bukan hanya ekstra robotik, tapi semua ekstra, karena memang rapat wali murid, dana ekstra itu hanya untuk kelas X waktu itu. Kan sampai sekarang baru Jumat kemarin rapat wali murid, sehingga 4 bulan ini zonk. Tidak ada rapat wali murid sehingga otomatis dana keuangan khusus untuk ekstra belum bisa," ujar Abdul.
ADVERTISEMENT