kumparan
27 Jul 2018 0:55 WIB

Pelaku Pembunuhan Nenek Jeane Jual Perhiasan Korban Rp 60 Juta

Kombes Pol Argo Yuwono (Foto: Fadjar Hadi/kumparan)
Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah menangkap pelaku pembunuhan terhadap nenek Jeane yaitu MIF. Selain membunuh, ia juga mengambil perhiasan milik Jeane. Perhiasan tersebut dijual seharga Rp 60 juta.
ADVERTISEMENT
"Pelaku menjual perhiasan berupa cincin, gelang, dan jam emas ke penadah ES seharga Rp 60 juta," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (26/7).
Selain itu, Argo mengatakan saat ditangkap pada (19/7) pelaku MIF terpaksa ditembak bagian kakinya. Sebab, MIF berusaha kabur saat akan ditangkap. Salain itu polisi juga mengamankan dua tersangka lain yaitu AS dan BD yang merupakan penadah barang curian IMF.
"MIF ditangkap di daerah Limo, Depok terpaksa kita lakukan tindakan tegas karena berusaha kabur. Sementara dua tersangka lainnya yakni AS ditangkap di Kebayoran Lama dan BD di daerah Jawa Barat," tutur Argo.
Sementara terkait motif pelaku membunuh Jeane, Argo mengatakan pelaku nekat membunuh Jeane lantaran korban berteriak saat akan dirampok. Pelaku sendiri sebenarnya tidak memiliki niat untuk menghabisi nyawa Jeane.
ADVERTISEMENT
"Pelaku pada mulanya hanya ingin mencuri, tapi saat masuk ke rumah korban, aksinya kepergok sehingga korban berteriak. Karena panik, akhirnya pelaku langsung memukul korban dengan menggunakan gelas dan besi," ujar Argo.
Lebih lanjut, Argo mengatakan para tersangka sudah diamankan di Polda Metro Jaya. Mereka dikenakan Pasal berlapis yakni Pasal 365 jo Pasal 338 jo Pasal 351 ayat 3 KUHP. Polisi juga masih akan mencari pelaku lainnya berinisial RU.
Nenek Jeane ditemukan tewas pada Minggu (27/5) sekitar pukul 12.10 WIB. Jenazah itu pertama kali ditemukan oleh adiknya yang baru pulang dari gereja.
Saat kejadian itu, beberapa barang pribadi milik Nenek Jeane turut hilang dirampok. Barang yang hilang itu antara lain jam tangan dan cincin emas yang dipakainya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan