Kumparan Logo
uang
Ilustrasi uang rupiah.

Pelaku UMKM Harus Punya Dana Darurat, Berapa Idealnya?

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Berjalannya suatu bisnis tentu bergantung pada masalah keuangan. Namun saat sewaktu-waktu terjadi kondisi abnormal, misalkan saja saat ini sedang terjadi pandemi COVID-19, tentu pelaku usaha perlu untuk menyiapkan langkah-langkah jitu.

Langkah jitu itu salah satunya adalah penyiapan dana darurat. CEO Value Magazine dan Financial Consultant, Andhika Diskartes, mengatakan, dana darurat bagi UMKM diartikan sebagai dana cadangan atau cash buffer yang digunakan sebagai penopang saat terjadi masalah dalam bisnis.

"UMKM itu namanya sebetulnya bukan dana darurat, cash buffer, seperti di perusahaan, dana cadangan," ujar Andhika saat talkshow 'Kesalahan Financial Planning Pelaku UMKM' dalam Festival UMKM kumparan 2021 secara daring, Rabu (27/10).

video youtube embed
CEO Value Magazine dan Finacial Consultan Andhika Diskartes di Festival UMKM kumparan 2021, Rabu (27/10). Foto: kumparan

Menurutnya, dana cadangan setidaknya harus disiapkan untuk operasional selama 6 bulan, jumlahnya pun tak boleh terlalu banyak karena bisa mempengaruhi produktivitas usaha.

"Kepada klien saya, pelaku UMKM, saya selalu ingetin, paling tidak dana cadangan 6 bulan untuk operasional, ya bayar gaji, saat bisnis bermasalah, kayak kemarin pandemi, paling tidak ada 6 bulan untuk berpikir. Jangan terlalu banyak karena enggak akan produktif, perusahaan jadi enggak ada riset, rencana memperbesar lini usaha," jelasnya.

Ilustrasi uang rupiah Foto: Maciej Matlak/Shutterstock

Terkait dana cadangan 6 bulan ini ternyata juga sudah diterapkan Co Founder & CMO SASC Cosmetic, Priscilla Pangemanan. Dalam pengalaman bisnisnya, dana cadangan bisa dipakai untuk menggaji karyawan dan menjaga kestabilan usaha.

"Planning-nya memang harus ada, seperti buffer 6 bulan, ya at lest untuk gaji karyawan. Bisnis jadi lebih stabil dengan financial planning yang benar, maka bisa tahu company on the track atau on wrong track?" tambahnya dalam kesempatan yang sama.

Co Founder dan CMO SASC Cosmetic Priscilla Pangemanan di Festival UMKM kumparan 2021, Rabu (27/10). Foto: kumparan

Saat kondisi pandemi COVID-19 dan perekonomian yang sulit, tak jarang pelaku usaha yang kemudian lari ke utang. Apakah langkah ini juga cukup penting?

Menurut Andhika, harus diketahui lebih dulu tujuan pelaku usaha yang terpaksa mengambil utang di saat kondisi yang tidak mendukung, apakah ada hubungannya untuk mencapai market yang lebih luas?

"Berarti harus melihat apakah market yang mau diincar di level sama atau lebih tinggi, karena kalau market yang diincar tinggi sehingga membutuhkan pinjaman di kondisi yang tidak mendukung, maka menjadi pertanyaan ulang, kenapa memaksakan mengambil market tinggi di luar kapasitas dalam kondisi yang tidak mendukung?" kata Andhika.

com-Ilustrasi penghitungan utang Foto: Shutterstock

Lantas bagaimana jika sudah telanjur mengambil pinjaman? Andhika menyarankan untuk memperhatikan berapa bunga pinjaman tersebut setiap bulan. Jika terlalu tinggi, maka lebih baik menggantinya dengan pinjaman dengan bunga yang lebih rendah.

"Seandainya bunga sekarang dengan pinjaman tadi sangat tinggi, bisa saja rentenir. Saya baru saja semalam dengan klien yang punya pinjaman 5 persen setiap bulan, enggak make sense, kalau bunga segede itu kita reengineer dengan pinjaman bunga yang lebih masuk akal," pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan Priscilla. Menurutnya, pelaku usaha bisa mengurungkan niat mengambil pinjaman jika memang tujuannya di luar kapasitas usaha. Daripada mengambil pinjaman, ia menyarankan pelaku usaha untuk mencari alternatif pendanaan, seperti crowdfunding.

"Saya setuju kalau pinjaman yang untuk di luar kapasitas, cash sengini tapi pinjam banyak sekali, lebih baik dipikirkan kembali, karena ada banyak funding option itu, kenapa enggak yang lain source funding, pinjam tanpa ada interest," jelasnya.

---------------------------------

Jangan lewatkan informasi seputar Festival UMKM 2021 kumparan dengan mengakses laman festivalumkm.com. Di sini kamu bisa mengakses informasi terkait rangkaian kemeriahan Festival UMKM 2021 kumparan, yang tentunya berguna bagi para calon dan pelaku UMKM.