News
·
21 Oktober 2020 10:56

Pemilik Ganja di Tasik yang Ditanam di Polybag Adik Kandung Eks Walkot Serang

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Pemilik Ganja di Tasik yang Ditanam di Polybag Adik Kandung Eks Walkot Serang (362035)
Pria di Tasikmalaya tanam ganja di rumah. Foto: Dok. Istimewa
Badan Nasional Narkotika (BNN) Kota Tasikmalaya,menggerebek sebuah rumah di Kampung Cisirah, Desa Cibahayu, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat pada Selasa(20/10). Rumah itu digerebek karena terdapat 45 pohon ganja yang ditanam di polybag. Penanam atau pemilik pohon ganja itu adalah Muslim (50). Muslim ini merupakan adik kandung eks Wali Kota Serang Bunyamin. Bunyamin ini merupakan Wali Kota Serang periode 2008-2013. Namun, pada tahun 2011, Bunyamin meninggal di RS Siloam Surabaya karena stroke dan komplikasi.
ADVERTISEMENT
"Iya, Kang Muslim adalah adik kandung dari mantan Bupati dan Wali Kota Serang Pak Bunyamin yang meninggal tahun 2011 lalu. Selama ini, Kang Muslim dikenal sebagai petani durian di kampung kami. Baru beberapa tahun dia kembali ke Tasikmalaya, setelah lama tinggal di Tanggerang," ujar Kepala Desa Cibahayu Erin Nuhrudin, Rabu (21/10).
Erin Nuhrudin mengatakan selama ini Muslim dikenal sebagai petani durian. Baru beberapa tahun dia kembali ke Tasikmalaya setelah sebelumnya sempat tinggal di berbagai daerah, Kabupaten Tasik dan juga di Serang. Adapun rumah di Tasik itu merupakan rumah orang tua Muslim dan juga eks Wali Kota Serang. Muslim selama ini tinggal bersama saudara perempuannya di rumah orang tuanya Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, setelah lama tinggal dekat rumah almarhum kakaknya mantan kepala daerah di Serang, Banten.
ADVERTISEMENT
Kepala Seksi Berantas BNN Kota Tasikmalaya, Kompol Deni Syarif, mengatakan Muslim selama ini dikenal sebagai pembudidaya tanaman dengan racikan pupuk alami.

Tanaman ganja yang dimiliki Muslim pun beragam mulai dari biji, tanaman kecil ganja siap semai sampai pohon ganja besar yang sudah berbuah.

"Tersangka sesuai pengakuannya memang sudah beberapa tahun ini menanam dan membudidayakan ganja ini. Pupuknya berasal dari racikan kotoran sapi dan domba. Kita amankan semuanya termasuk peralatannya," kata Deni.
***
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)