News
·
18 Juli 2021 17:54
·
waktu baca 2 menit

Pemilik Kafe di Tasikmalaya yang Langgar PPKM Darurat Bebas, Sempat Digunduli

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Pemilik Kafe di Tasikmalaya yang Langgar PPKM Darurat Bebas, Sempat Digunduli  (30816)
searchPerbesar
Pengelola kedai kopi, Asep Lutfi Suparman (23), yang melanggar PPKM Darurat, bebas dari penjara. Foto: Dok. Istimewa
Pemilik kedai kopi di Tasikmalaya, Jawa Barat, Asep Lutfi Suparman (23), akhirnya bebas usai ditahan tiga hari karena melanggar PPKM Darurat. Asep dikurung di Lapas Klas IIB Tasikmalaya.
ADVERTISEMENT
Saat keluar dari penjara, Asep didampingi orang tuanya. Ia keluar pintu Lapas sekitar pukul 08.47 WIB usai menyelesaikan administrasi.
“Ya Alhamdulillah di dalam itu perlakuannya baik. Memang yang namanya dikurung itu tak betah. Tapi kalau dijalani ya dibetah-betahin saja,” kata Asep kepada wartawan Minggu (18/7).
Asep juga menjelaskan rambutnya yang dipotong gundul saat di Lapas. Rambutnya dipotong oleh petugas saat masuk ke lapas, Kamis (15/7). Ia tak protes dengan perlakuan tersebut.
“Ya tak jadi masalah buat saya dipotong rambut begini juga. Saya memang tak ada biaya kenapa memilih sanksi ini dan tak mau membebani orang tua. Biar yang lainnya juga terinspirasi untuk mengikuti aturan pemerintah agar pandemi segera berakhir dan normal lagi,” imbuhnya.
ADVERTISEMENT
Selama dibui, Asep berbaur dan berinteraksi dengan para penghuni lainnya. Dia mengakui awalnya sempat ditempatkan di penjara dengan para penghuni lapas lainnya karena aturannya seperti itu. Namun kebetulan karena prokes dan di dalam Lapas sudah penuh akhirnya dia dipisah.
“Awalnya tetap mau disatukan sama yang lain karena perlakuannya sama hanya beda metode. Cuma kebetulan karena kapasitas di sini sudah over serta prokes, jadi saya ditempatkan di ruangan strap sell dikasih kasur. Waktu itu langsung dipindah pas lihat ruangannya penuh karena prokes. Paling lima menit lah," ujarnya.
Ia menambahkan, ia rela dipenjara karena memang tidak ada biaya untuk membayar denda pelanggaran PPKM Darurat.
“Ya saya juga kalau ada biaya lebih baik bayar denda. Karena uangnya tak ada ya mau dibayar sama apa,”jelasnya.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, Ibu Asep, Deviyanti merasa lega karena anaknya sudah bebas. Ia juga mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang terus memberikan dukungan.
Pemilik Kafe di Tasikmalaya yang Langgar PPKM Darurat Bebas, Sempat Digunduli  (30817)
searchPerbesar
Pengelola kedai kopi, Asep Lutfi Suparman (23), yang melanggar PPKM Darurat, bebas dari penjara. Foto: Dok. Istimewa
“Awalnya memang saya kaget Asep memilih hukuman ini. Padahal udah bilang Sep, uang mah mamah aya, kan saya takut suka lihat sinetron gimana ditahan itu. Tapi ya mungkin langkah Asep benar ya saya izinkan saja dan berdoa semoga ini yang terbaik,” ujar Devi.
Sebelumnya, Asep divonis hakim Ridwan melanggar PPKM Darurat. Tempat usahanya melanggar jam buka usaha melebihi pukul 20.00 WIB, Selasa (13/7).
Hakim memvonis Asep denda Rp 5 juta atau subsider 3 hari kurungan badan. Asep pun memilih kurungan badan.