kumparan
26 Maret 2020 15:19

Pemprov DIY: Semua Pemudik Kita Anggap ODP

Sri Sultan Hamengku Buwono X
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Pemerintah provinsi (Pemprov) DIY bertindak cepat untuk mengantisipasi penyebaran virus corona yang dibawa pemudik.
ADVERTISEMENT
Untuk itu, Pemprov DIY mengkategorikan seluruh pemudik yang datang ke Yogyakarta sebagai orang dalam pengawasan (ODP). Mereka pun diminta mengisolasi diri secara mandiri selama 14 hari.
"Kita sudah minta kepada bupati wali kota supaya menugaskan aparat terbawah (RT hingga kepala desa) untuk pencatatan dan pemantauan terhadap mereka yang ODP. Semua yang datang (pemudik) kita anggap ODP supaya perlakuan itu adalah mengisolasi diri di rumah masing-masing," ujar Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji di Kompleks Kepatihan Pemprov DIY, Kamis (26/3).
Lanjut Aji, setelah 14 hari isolasi di rumah dan tidak menunjukkan gejala apa pun maka orang tersebut bisa beraktivitas secara normal. Sebaliknya, jika selama 14 hari ada tanda-tanda sakit maka diminta segera menghubungi fasilitas kesehatan terdekat.
ADVERTISEMENT
Aji mengatakan orang yang tidak patuh untuk isolasi mandiri maka akan mendapatkan sanksi sosial. Dia meminta tetangga sekitar untuk turut mengawasi.
"Harus ada sanksi sanksinya ya sanksi sosial. Kepada masyarakat melihat dia aktivitas biasa dia (masyarakat) yang harus negur dan memaksa dia untuk pengasingan diri," ujarnya.
"Kesadaran RT RW bahwa orang ini ODP orang yang harus dalam pemantauan. Yang mudik ODP. Terutama dari daerah terpapar," ujarnya.
Saat disinggung apakah tidak melakukan pemantauan di tempat kedatangan seperti terminal, Aji menjelaskan bahwa hal itu sudah dilakukan dan dirasa kurang efektif. Menurutnya paling efektif adalah ditingkat aparat terbawah.
"Tidak begitu efektif karena jumlahnya sangat banyak alat kita terbatas petugas kita juga terbatas maka paling efektif pemantauan RT RW desa setempat," pungkasnya.
 Suasana Sepi Selasa Wage di Malioboro
Suasana Sepi Selasa Wage di Malioboro. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan