kumparan
search-gray
News2 Agustus 2020 15:32

Pemprov DKI Masih Kaji Opsi Ganjil-Genap Berlaku Sepanjang Hari

Konten Redaksi kumparan
Pemprov DKI Masih Kaji Opsi Ganjil-Genap Berlaku Sepanjang Hari (213817)
Sejumlah anggota Kepolisian membentangkan spanduk sosialisasi pemberlakuan kembali ganjil genap di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (2/8). Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Pemprov DKI Jakarta akan kembali memberlakukan aturan ganjil-genap (gage) di 25 ruas jalan Ibu Kota mulai Senin (3/8). Saat ini aturan itu hanya berlaku sepanjang Senin-Jumat pada pukul 06.00-10.00 WIB dan 16.00-21.00 WIB.
ADVERTISEMENT
Namun, bukan tidak mungkin jam berlaku tersebut akan ditambah hingga sepanjang hari.
Kadishub DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan opsi itu tengah dibahas. Salah satu alasannya peningkatan jumlah kendaraan di Jakarta meski di tengah pamdemi.
"Tentu jika hasil evaluasi ternyata mobil warga tetap tinggi, tidak aware pada upaya pemerintah mengatasi COVID-19, maka opsi itu bisa diterapkan. Tiap hari kami lakukan analisa dan evaluasi dan kami laporkan kepada Gubernur dan dibawa ke Forkompimda seperti Kamis kemarin dan diputuskan bersama," kata Syafrin kepada wartawan di Jakarta, Minggu (2/8).
Pemprov DKI Masih Kaji Opsi Ganjil-Genap Berlaku Sepanjang Hari (213818)
Aturan ganjil-genap selama PSBB Transisi di Jakarta. Foto: Dishub DKI Jakarta
Kepadatan lalu lintas di Jakarta juga jadi alasan Pemprov DKI Jakarta kembali memberlakukan gage. Menurut Syafrin berdasarkan data yang ia dapat volume lalu lintas saat ini melebihi ketika sebelum pandemi.
ADVERTISEMENT
"Sebagai ilustrasi, saya sampaikan, kami menghitung di areal Cipete, sebelum pandemi berlangsung, kondisi lalu lintasnya sekitar 74 ribu kendaraan per hari dan saat ini angkanya sudah terlampaui 75 ribu kendaraan per hari. Demikian pun halnya di kawasan Senayan, Jalan Sudirman di Senayan, rata-rata volume lalu lintas sebelum pandemi, sekitar 127 ribu, tetapi saat ini kondisi ini terlampaui 145 ribu," tutur Syafrin.
Menurutnya dari data itu tergambar bahwa penerapan proporsi 50 persen bekerja dari rumah atau work from home dan sisanya bekerja dari kantor belum diterapkan oleh perkantoran di Jakarta. Maka itu ia berharap dengan berlakunya kembali ganjil-genap perkantoran mulai mengurangi karyawannya yang bekerja dari kantor.
Sebab, kebijakan ganjil-genap saat ini tidak hanya untuk mengurai kepadatan lalu lintas. Tapi juga untuk memastikan tidak ada kepadatan di perkantoran yang dapat menjadi lokasi penularan virus corona.
ADVERTISEMENT
"Oleh sebab itu, saat ini kebijakan pembatasan lalu lintas dengan sistem ganjil-genap menjadi satu instrumen untuk upaya Pemprov DKI Jakarta melakukan pembatasan orang sehingga warga yang mendapatkan tugas atau mendapatkan sif kerja dari rumah, plat nomor ganjil, tanggal genap, yang bersangkutan tetap di rumah, tidak melakukan pergerakan yang tidak penting," kata Syafrin.
Harapannya, aturan ini bisa membantu mengurangi penyebaran virus corona. Terutama di klaster perkantoran.
"Perlu dipahami bahwa saat ini Jakarta masih terus berupaya untuk menekan laju pertambahan angka positif COVID-19," kata Syafrin.
****
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white